
hariansuara.com, Jember - Kamis (01/07/2021) di Pendopo Wahyawibawagraha digelar Musyawarah Perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Provinsi Jawa Timur 2019-2024.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan RPJMD bisa menjadi acuan untuk bisa menyiapkan program-program yang bersinergi antara Pusat, kabupaten/Kota dan pihak-pihak lain.

Pun, dengan perkembangan seminggu terakhir di Jawa Timur terjadi lonjakan tinggi kasus Covid-19, Gubernur memohon semua pihak melakukan tindakan antisipatif di banyak sektor. Mulai dari sektor kesehatan sampai sektor krusial lainnya di tengah pandemi.
Terkait Covid-19, Gubernur Khofifah juga memohon kepada Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, terus mengambil langkah-langkah cepat dalam mengantisipasi, memitigasi dan mengambil solusi yang bersifat sistemik. Penganganan Covid-19 agar dapat tepat sasaran.
Juga sempat dikupas tentang kebijakan Presiden Joko Widodo terkat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat mulai esok, 3-20 Juli 2021 berlaku untuk Jawa dan Bali.
Gubernur Khofifah berharap seluruh Kepala Daerah se-Jawa Timur mengawal kebijakan tersebut dengan sebaik-baiknya. (*) Nuh/Sulanjana Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU