
hariansuara.com, Jember - Provinsi Jawa Timur, pada rapat koordinasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dengan Menko Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) RI, Luhut Binsar Panjaitan, diketahui peraihan vaksinasinya masih kurang 50% dari jumlah yang ditargetkan.
Pun, Kabupaten Jember. Sehari mencapai vaksinasi 44.393, berarti masih dibutuhkan 66.000 vaksinasi lagi per hari.
Untuk mencapai target yang diharapkan itu, Bupati Hendy Siswanto, yang juga Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, mengulik cara.
Baca juga: Jawa Timur Ditarget Capai 300.000 Vaksinasi Covid-19 per Hari
Instruksi seperti tertuang dalam surat edaran sudah dilakukan. Bersinergi dengan banyak pihak mendirikan posko-posko pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada hingga pusat perbelanjaan. Pada peringatan Hari Bhayangkara juga bersinergi memberi pelayanan vaksinasi bagi masyarakat.

Pendopo Wahyawibawagraha juga digelar vaksinasi atas prakarsa Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dra Hj Kasih Fajarini.
Jemput Bola, Vaksinasi 'Door to Door'
Yang sekarang dilakukan Pemkab Jember untuk mengejar target vaksinasi adalah dengan melakukan ‘jemput bola’. Mendatangi rumah warga, mengetuk pintu mereka, dan memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19. Untuk kepentingan itu, Pemkab Jember meminta penambahan vaksin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dikabulkan. Ada 10.000 vaksin didapat untuk masyarakat.

“Tidak pakai undangan lagi. Kami sendiri yang akan datang. Ketok-ketok pintu mereka, lalu vaksinasi bagi yang belum. Semoga ikhtiar ‘jemput bola’ ini jadi lebih masif, ditambah dengan vaksinasi di 51 puskesmas, rumah sakit swasta dan negeri,” harap Bupati Hendy Siswanto.
Teknisnya, vaksin tambahan ini disebar-ratakan, juga dibagikan masker. PPKM Darurat diintensifkan sampai ke level RT/RW. Pak RT dan Pak RW yang bersentuhan langsung dengan warganya, maka mereka mesti melakukan social watch, mengawasi dan men-tracing adanya pendatang baru ke wilayah mereka. Ini harus dimasifkan. Ke atas, Lurah dan Camat wajib turun ke lapangan, berkoordinasi.
Sejauh ini pertambahan kasus Covid-19 di Jember masih terkendali, tidak setinggi daerah lain. Namun, Pemkab Jember tak mau lengah. Sebaliknya, berusaha terus proaktif menyiapkan diri bila terjadi hal yang tak diinginkan.
Beberapa persiapan dilakukan Pemkab. Di antaranya, jika dibutuhkan penambahan unit tempat tidur pasien, sedikitnya dua hotel telah siap menjadi rujukan pasien Covid-19. Pun, di rumah sakit sudah didirikan tenda-tenda untuk isolasi pasien.
Kemudian, Pemkab bekerja sama dengan produsen oksigen tabung Samator dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan tabung oksigen tambahan. Memang, mayoritas pasien Covid-19 mengeluh sesak napas yang sangat, sehingga tabung oksigen dibutuhkan.
Bertambahnya pasien Covid-19, konsekuensinya kebutuhan akan tenaga kesehatan juga meningkat. Bisa jadi tenaga kesehatan yang ada kurang. Untuk mengantisipasi hal itu, Pemkab telah menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK). Sejauh ini ada 70 lulusan perawat maupun mahasiswa tingkat akhir yang siap menjadi relawan tenaga kesehatan.
Pemkab Jember juga melakukan koordinasi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Di antaranya, melakukan penyemprotan rumah ibadah dan titik-titik area publik yang berpotensi jadi media penyebaran Covid-19.
Bupati Jember Hendy Siswanto mengingatkan terus dan terus kepada seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan 5 M: mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi. (*) Umi/Nuh Foto: Pemkab Jenber
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU