
hariansuara.com, Jember - Untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok), menurut pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Dr dr Windhu Purnomo, kepada Kompas beberapa waktu lalu, Indonesia masih sangat jauh untuk mencapainya. Kendalanya, kesediaan vaksin dan juga varian virus Corona yang terus berkembang.
Tapi Pemerintah Indonesia setidaknya terus semangat berikhtiar melindungi rakyatnya melalui pemberian program vaksinasi nasional. Dari Pusat hingga ke tingkat Kabupaten/Kota terus dilakukan.

Pun, di Kabupaten Jember. Bahkan untuk itu, Bupati Hendy Siswanto, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, mengambil langkah proaktif dengan menjemput bola. Pelayanan vaksinasi langsung ke masyarakat, bila perlu secara door to door.
Sabtu pagi (10/07/2021) Bupati Hendy, didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Dra Hj Kasih Fajarini, secara khusus mendatangi RW 022 Kampung Ledok, Kaliwates, Jember Kidul. Di sana digelar pelayanan vaksinasi gratis bagi warga.
“Di RW 022 ini warga yang mengikuti vaksinasi sebanyak 150 orang. Sekitar 40 persen di antaranya warga yang sudah berusia lanjut,” jelas Ketua RW, Rifa’i.
Vaksinasi ini penting untuk melindungi diri dari infeksi virus dan penyakit Covid-19. Terlebih orang berusia lanjut umumnya sistem kekebalan tubuhnya sudah menurun. Jadi, mereka termasuk kelompok yang rentan terhadap infeksi Covid-19.

Bupati Hendy menyambangi warga yang dengan teratur mengikuti pelayanan vaksinasi. Program dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
Usai Vaksin, Tetap Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan 5 M
Seusai vaksinasi Covid-19 Tahap 1 dan 2, perlu diingat bahwa mereka tetap wajib disiplin menjaga protokol kesehatan. Itu sebabnya, di banyak kesempatan, Bupati Hendy Siswanto tak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5 M: mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi.
”Protokol kesehatan ini tidak boleh kendur, dan semata untuk menjaga diri kita dari Covid-19 kini berkembang menjadi varian atau jenis baru. Sesudah vaksinasi, tetap disiplin menaati Protokol Kesehatan. Ini ikhtiar kita untuk berlindung dari Covid-19,” ujar Bupati Hendy.
"Juga berdoa mohon selalu berada dalam lindungan Allah, Tuhan yang Maha Kuasa. Semoga pandemi Covid-19 ini dapat dikendalikan dan Allah segera mengangkatnya." (*) Santang/Prabu Foto: Rifa’i
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU