
hariansuaracom, Jember – Hari ini, Jumat (13/08/2021) Bupati Jember Hendy Siswanto dan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi menandatangani kesepakatan bersama rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2021–2026.
Hadir pula pada rapat paripurna di kantor DPRD Jember tersebut Wakil Bupati Jember, MB Firjaun Barlaman dan jajaran Forum Koordinator Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, 9 orang DPRD mengikuti rapat secara luring dan 25 DPRD lainnya secara daring. Total ada 34 dari 50 anggota DPRD yang hadir secara luring dan daring mengikuti jalannya penandatanganan rancangan awal RPJMD 2021-2026 tersebut.

“Saya sangat bahagia kolaborasi antara eksekutif dan legislatif terjalin harmonis sesuai posisi masing-masing. Memang ada beberapa bagian di RPJMD yang harus dikoreksi dan dilengkapi untuk kebaikan Kabupaten Jember,” ujar Bupati Hendy kepada media usai penandatanganan tersebut.
Beberapa isu strategis, papar Juru Bicara Badan Anggaran (Bangar) DPRD Agus Sofyan, perlu dimasukkan. Sebut saja, anggaran untuk pendidikan seperti gaji bagi guru ngaji, guru honorer madrasah, tenaga kesehatan, lalu beasiswa warga miskin, para penghapal Al Quran, anggaran pesantren dan santri berprestasi.
Bupati Hendy menyampaikan, di Jember ada ribuan pondok pesantren yang belum terbantu. Untuk itu mereka coba gerakkan perekonomian melalui pondok pesantren.

Jember kabupaten agraris, tambah Agus. Untuk itu sangat diperlukan anggaran untuk memajukan pertanian secara maksimal, dari hulu ke hilir. Termasuk di dalamnya, ujar Bupati Hendy, membeli hasil pertanian di Jember melalui Gapoktan. Jumlah beras yang dibeli dari petani Jember sampai 1 juta Kg.
Bagi warga difabel perlu dibangun infrastuktur yang ramah, sehingga tidak lagi terabaikan seperti sebelumnya. Tak ketinggalan anggaran untuk pengembangan pariwisata, sektor ekonomi kreatif, memajukan produk unggulan daerah, serta anggaran bagi sektor pelayanan publik.
“Kami juga lakukan program pemberian beasiswa bagi mahasiswa di Kabupaten Jember mencapai sekitar 5-6.000 mahasiswa. Mekanismenya dilakukan di masing–masing institusi.
Tata kelola pemerintahan yang kondusif terbangun karena hubungan Legislatif dan Eksekutif yang harmonis. DPRD dan Pemerintah Daerah bersemangat sama membangun Jember. Tidak ada bedanya. Untuk itu dilakukan pemberian program hibah, anggaran penanganan dan antisipasi dampak Covid-19.
“InsyaAllah Senin nota kesepakatan rancangan awal RPJMD 2021-2026 dikirimkan ke provinsi. Tampaknya harus dilakukan percepatan, sebab RPJMD harus selesai pada 26 Agustus 2021. Paling lama 10 hari harus selesai. Saya akan terus memantau dan menyiapkan tim bila perlu memperbaikinya agar dapat segera terealisasi," tegas Bupati Hendy. (*) Santang/ Prabu Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU