
hariansuaracom, Jember - Kunjungan ke Gumukmas Jumat (3/9/2021) Bupati Jember Hendy Siswanto mengisinya dengan memeriksa hasil pekerjaan pengaspalan. Tepatnya, di Desa Tembokrejo.
Bagi Bupati Hendy, pengerjaan infrastruktur harus benar dan persisi sehingga hasilnya optimal. Untuk mencapai lokasi jalan, ia tak segan jalan sendiri, meski naik motor sekalipun.

Yang penting, baginya, cepat tiba di lokasi, mempelajari pengerjaan aspal jalan dan mengevaluasinya. Targetnya satu: bagaimana bisa menyuguhkan jalan yang mulus dan awet, setidaknya tiga tahun bisa digunakan masyarakat Jember.
Siang itu, begitu tiba di lokasi, paras Bupati Hendy tampak tegang. Ia menunduk, mencongkel jalan dengan jemarinya, lalu memfotonya. Jalan itu baru selesai diaspl 7-10 hari tapi aspalnya sudah merupul.
“Elek, Pak. Ini jelek banget. Ini kasar. Bukan aspal hotmix. Aspalnya kurang. Sampean cek lagi ya,” ujar Bupati Hendy singkat dan lugas. Pengerjaan jalan tersebut harusnya hotmix sesuai dengan spek yang diminta.

“Pengaspalan di sini kurang aspal. Alignment jalan kiri-kanan tidak bagus. Air ngenyembeng, menggenang di sana. InsyaAllah dalam 1 bulan, jalan di sini buyar, Umur jalan ini harus tiga tahun, Pak,” ujar Bupati Hendy seperti berseloroh, padahal berkata serius kepada Plt Kadis PU Bina Marga, Rahman Anda, melalui telepon selularnya.
Bupati kemudian minta diinformasikan perusahaan yang menggarap jalan itu. “Jangan dibayar dulu,” ujar Bupati.
Dimintanya Plt Rahman Anda mengevaluasi seluruh pekerjaan pembangunan jalan. Pun, mengingatkan semua kontraktor yang telah dipercaya Pemkab Jember untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar. “Kalau kerja asal-asalan, gak akan kami bayar,” tambahnya.
Komitmen sudah jelas tersampaikan, Pemkab Jember menyuguhkan jalan yang mulus dan awet setidaknya berumur sampai tiga tahun. Inilah bentuk melayani masyarakat Jember yang ingin diwujudkan oleh Bupati Hendy Siswanto. (*) Sayuti/Maulana Foto: Pemkab Jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU