Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jember, Ekskul Baru BTA & Manfaatkan Motor Lama untuk Penilik PAUD

Politik & Pemerintahan
14 May 2022
Tingkatkan Mutu Pendidikan di Jember, Ekskul Baru BTA & Manfaatkan Motor Lama untuk Penilik PAUD

hariansuara.com – Pandemi Covid-19 dua tahun lamanya telah melemahkan segala sendi kehidupan di dunia. Indonesia, pun Kabupaten Jember tak luput dari ujian itu. Kegiatan pendidikan dilakukan secara daring atau on line, meski memiliki sisi lemahnya. Terutama dalam penanaman nilai moral, budi pekerti, mengasah kecakapan emosional dan bersosialisasi di antara siswa.

Disyukuri masyarakat, pendidikan bisa kembali tatap muka. Pemulihan ini ditandai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara off line kemarin, Jumat (13/5/2022). Meriah dan semarak, melibatkan 1.800 orang di Alun-alun Jember. Ada 1.000 siswa dan guru,  200 undangan, 600 penari, plus tiga grup marching band. 

Kreativitas yang menarik, acara dikemas dalam konsep mengenakan busana nasional. Selain menyiratkan persatuan dan kesatuan, juga berdaya guna dengan multiplier effect untuk kebangkitan Jember secara keseluruhan.

Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU tampil berbusana adat Madura. Wakil Bupati Jember KH MB Firjaun Barlamaman, Forkopimda dan hadirin semua juga berpakaian tradisional dari seluruh Indonesia. 

Hardiknas 2022 mengusung tema 'Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar'. Bupati Hendy harapkan Hardiknas ini jadi titik awal penyemangat meningkatkan kualitas pendidikan di Jember. Intinya, melayani masyarakat sebaik-baiknya terkait bidang pendidikan. 

Program Ekstrakurikuler Baru BTA & Optimalkan Potensi yang Ada

Pemkab Jember inginkan generasi mudanya tumbuh sesuai nilai filosofis Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro. Generasi yang berkepribadian baik, beretika, sopan santun, bermartabat dan kelak akan terbangun masyarakat yang berbudaya luhur.

Ikhtiar pun dilakukan, yakni membuat kegiatan ekstrakurikuler baru bagi siswa PAUD hingga SMP berupa program Baca Tulis Al Quran (BTA). Kemudian, dipadu dengan kurikulum Merdeka Belajar seperti pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem A Makarim, yang pidatonya dibacakan oleh Bupati Hendy. Proses belajar-mengajar jadi lebih menggembirakan, sebab kualitas sekolah menjadi lebih inklusif. 

Pun, Mendikbud menyebutkan semangat merdeka untuk dirasakan seniman dan budayawan. Dengan Dana Abadi Kebudayaan, tidak ada lagi batasan ruang untuk berekspresi dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

Adapun untuk mengoptimalkan potensi guru dalam pelayanan pendidikan, Bupati Hendy membuat kebijakan memanfaatkan apa yang ada dan yang terabaikan.

Sebagai contoh, Bupati Hendy, didampingi Wakil Bupati Firjaun Barlaman, menyerahkan 30 unit sepeda motor kepada penilik atau pengawas pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Sepeda motor ini untuk transportasi dinas para penilik PAUD. Bukan unit baru, melainkan kendaraan lama yang tidak terpakai, lalu diservis dan digunakan. Terus terang, kami memanfaatkan apa yang ada. Cukup banyak, cuma belum diperbaiki. Biar saya bagian memperbaiki," kata Bupati Hendy, yang secara bertahap menyiapkan unit-unit motor sesuai kebutuhan sekitar 60 lebih.

Memanfaatkan potensi yang ada tapi terbengkalai gagasan yang sangat positif. Para penilik PAUD sangat gembira dan mengapresiasi kebijakan ini. Sebab, selama ini mereka harus mengupayakan sendiri, pinjam sana-sini. Sementara sekolah PAUD letaknya tidak selalu dekat. Ada yang di pelosok, bahkan harus melewati area perbukitan seperti di Arjasa. (*) Sayuti/MTS          Foto: @IST

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X