
Jakarta - Kedatangan Presiden Joko Widodo untuk menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai sikap negarawan dari kedua tokoh. Pertemuan ini juga dinilai bisa meredakan berbagai ketegangan politik di tengah masa kampanye Pilkada serentak 2017.
Status Jokowi sebagai presiden memperlihatkan kerendahan hati untuk bertemu dengan figur yang menjadi pesaingnya di Pilpres 2014.
"Sebagai presiden, Jokowi menunjukan kerendahan hati dan sikap gentleman untuk berbicara dengan figur yang tepat untuk bersama meredakan berbagai ketegangan politik," kata Ketua DPP PDIP Hugo Andreas Parreira dalam pesan singkatnya kepada hariansuaracom, Selasa (1/11/2016).
Dijelaskan Andreas secara tersirat bila pertemuan di Hambalang, Bogor itu mempunyai makna penting untuk situasi negara. Sikap bersahabat yang diperlihatkan kedua tokoh tersebut mampu mengatasi ego masing-masing untuk kepentingan lebih besar yaitu negara.
"Kedua pemimpin ini mampu mengatasi egonya masing-masing untuk kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara," jelasnya.
Kemudian, ia menilai pertemuan yang diakhiri dengan menunggang kuda itu memberikan makna bila kedua pemimpin ini mau saling memahami agar rakyat bisa lebih santai melihat kondisi politik.
"Menunjukan bahwa upaya kedua pemimpin ini untuk mau saling memahami dan mengajak rakyat pun lebih rileks menghadapi situasi ini," tuturnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menemui Prabowo Subianto di kediaman Ketum Gerindra itu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin, kemarin. Pertemuan ini menjadi sorotan karena dilakukan ditengah isu rencana demonstrasi besar pada Jumat (4/11), pekan ini. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU