
hariansuara.com - Hasil tak mengkhianati usaha. Begitulah penggambaran ikhtiar Pemerintah Kabupaten Jember yang beroleh sejumlah penghargaan, terkini penghargaan dari Presiden Joko Widodo melalui Menteri Keuangan.
Atas prestasinya berhasil menekan angka inflasi 2022, hadiah 10 Miliar diperoleh Pemerintah Kabupaten Jember. Penasaran kiat sukses Bupati Ir H Hendy Siswanto, ST, IPU dalam memimpin Kabupaten Jember? Simak keterangannya saat diwawancara 5 stasiun TV Lokal Jember seperti berikut:
Strategi 'Orang Pasaran'
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak dengan naiknya harga sejumlah komoditas di pasar. Tentu, hal ini sangat berpotensi meletupkan inflasi. Sementara daya beli masyarakat baru terengah-engah, bahkan nyaris tiarap karena pandemi. Bagaimana Bupati Hendy menyiasati kondisi sosial ekonomi seperti ini?
"Kami melakukan intervensi langsung ke sejumlah pasar tertentu untuk komoditas tertentu yang harganya melonjak. Tidak bisa ke semua pasar di Jember atau ke semua komoditas, sebab budget yang ada terbatas. Misalnya, di Pasar A minyak goreng mahal, sementara di Pasar B lebih murah. Kami intervensi ke Pasar A, dan esok harinya kami cek harga sudah turun. Masyarakat pun mampu membelinya. Ini strategi 'orang pasaran' yang ternyata jitu," ujar Bupati Hendy berseloroh, merendah.
Jelang Natal dan Tahun Baru ke depan, imbuhnya, Pemkab Jember sudah berjaga-jaga untuk mengantisipasi lonjakan harga. Selain itu, Dinas Sosial juga digencarkan memberikan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar IDR 200-300.000. Bupati Hendy juga selalu berkomunikasi dengan Badan Pusat Statistik untuk memantau harga-harga komoditas yang diprediksi naik agar bisa diantisipasi dengan melakukan intervensi pasar.
Ikhtiarkan Kerja Sama Antardaerah
Sesuai perintah Presiden Joko Widodo agar antardaerah saling bekerja sama, Pemkab Jember sudah melakukannya. Jember mengirim jagung ke Blitar. Baru lalu masuk permintaan serupa dari Yogyakarta.
"Namun, belum maksimal dilakukan. Semua masih terfokus pada penyediaan pasar masing-masing. Kami terpikir untuk menerapkan pola intervensi. Misalnya harga jagung tinggi di Yogya, Jember bisa kirim komoditas itu ke sana. Untuk biaya transportasinya akan disubsidi oleh Pemkab. Instruksi Presiden, ada anggaran 2% dari APBD itu bisa digunakan untuk subsidi," ulas Bupati Hendy.
Hal penting lainnya yang digarisbawahi Bupati Hendy adalah kolaborasi harmonis antara tiga pilar: Pemerintah, Masyarakat dan Swasta. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Tetapi ketiganya, kata Bupati Hendy, harus bergerak bersama-sama, sehingga segala persoalan bisa diatasi.
Termasuk di dalamnya, Bupati Hendy turun aktif ibaratnya menjadi 'marketer' bagi para pelaku usaha. Caranya? "Saya bantu para pelaku usaha berjualan di event-event yang diadakan di Desa, Kelurahan, Kecamatan. Tidak usah ragu akan adanya pembeli. Saya menginformasikan event-event itu di WhatsApp Group (WAG) Kepala Sekolah yang punya 230.000 siswa SD-SMA. Mempersilakan mereka datang menikmati acara. Cukup bawa 20-50.000 untuk jajan sekalian refreshing," ulas Bupati Hendy.
Toh, penghargaan dari Presiden Joko Widodo membuktikan bahwa Jember bisa menekan inflasi. "Silakan warga di pinggiran Jember segera ke tengah, bawa komoditas yang dipunyai untuk dijual dengan harga bersaing. Daya beli masyarakat ada, infrastruktur sudah terbangun, akses jalan terbuka. Lampu penerangan jalan juga sudah terpasang. Jadi, bepergian malam pun aman," urai Bupati Hendy, yang menjelaskan juga di beberapa bagian pembangunan jalan baru dilaksanakan pada 2023 karena menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Ditandaskan Bupati Hendy, hingga akhir 2022 dan 2023, strategi Pemkab Jember mengadakan event-event besar dengan tujuan memberi kemudahan kepada para pelaku usaha dengan sasaran ekonomi kerakyatan masih cukup efektif dalam mengendalikan inflasi. (*) Bisri/MTS Foto: tangkapan layar @hendy_siswanto
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU