
hariansuara.com - Kamis (22/12/2020) bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU melakukan soft launching penerbangan dari Surabaya ke Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung.
"Selesai acara di Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jawa Timur, saya kembali ke Jember naik pesawat Brand New Cessna Grand Caravan EX form USA rute Jember - Surabaya - Jember. Berangkat dari sana pukul 16.45, tiba di Bandara Notohadinegoro, Jember pukul 17.15. Waktu tempuh hanya 30 menit. Efektif sekali," ujar Bupati Hendy, gembira.
Katanya lagi, "Pesawat Cessna Grand Caravan ini sangat pas digunakan. Waktu take off maupun landing terasa nyaman sekali. Kalau ndak percaya, silakan coba sendiri."
Pilot pesawat, Kapten Rizky Fitriadi, di kesempatan itu menyampaikan, "Pesawat Cessna Grand Caravan ini kecil, tapi punya banyak keunggulan. Ia mampu mendarat atau lepas landas di bandara dengan landasan pacu yang pendek. Panjang lintasan Bandara Notohadinegoro ini hanya 1.645 meter ya, jadi sangat tepat dioperasikan di sini."
"Wes Wayahe Jember Ada Pesawat Lagi"
Menghidupkan kembali Bandara Notohadinegoro adalah langkah solutif Pemkab Jember untuk membuka akses dari dan ke Jember agar lebih lancar, mudah, efisien dan efektif. Transportasi memadai tentu diharapkan kelak menarik bagi investor, wisatawan, pebisnis maupun masyarakat di Tanah Air untuk datang ke Jember.
Terlebih Kabupaten Jember punya potensi luar biasa. Sebagai penghasil kopi robusta kelas wahid. Pun, cokelatnya. Itu sebabnya, Belanda memilih Desa Nogosari, Rambipuji, Jember untuk mendirikan Pusat Penelitian Kopi Kakao (Puslit Koka) pada 1911. Diketahui, di dunia hanya ada dua tempat riset koka, yaitu di Prancis dan di Jember ini. Membanggakan, bukan?
Belum lagi hasil tembakau Jember berkualitas bagus hingga cerutunya bisa melanglang ke pasar dunia. Kemudian potensi alamnya sebagai ecotourism, seni budaya, wisata religi, dan banyak lagi. Namun sayang, selama ini terkendala perkembangannya, karena akses transportasi yang kurang memadai. Jalan darat bermobil makan waktu lama, karena macet akibat ruas jalan yang sempit.
"Wes wayahe ada pesawat lagi di Jember. Kami uji coba pengoperasian penerbangan komersial dengan menyewa pesawat Cessna Grand Caravan selama satu tahun. Kapasitas penumpangnya 12 orang," jelasnya, sambil menambahkan,
"Menyambut HUT Kabupaten Jember, selama tiga bulan mulai dari 2 Januari 2023, Pemkab Jember memberlakukan promo. Subsidi bagi penumpang hingga 50 persen, sehingga harga tiket sekali jalan bisa dipatok hanya Rp650 ribu. Ayo, warga Jawa Timur, segera manfaatkan fasilitas promo ini."
Adapun jadwal penerbangan komersial yang dilayani Bandara Notohadinegoro:
Jember - Surabaya: berangkat pukul 06.00 WIB, tiba pukul 06.30 WIB
Surabaya - Jember: berangkat pukul 06.45 WIB, tiba pukul 07.15 WIB
Jember - Surabaya: berangkat pukul 16.00 WIB, tiba pukul 16.30 WIB
Surabaya - Jember: berangkat pukul 16.00 WIB, tiba pukul 16.30 WIB
Jadwal ini, hemat Bupati Hendy, sangat efisien dan efektif. Digambarkannya, selama ini para pejabat di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember berdinas ke Surabaya dengan kendaraan mobil. Kisaran ongkosnya Rp650-Rp800 ribu, sementara banyak waktu dan energi yang terbuang.
Berbeda bila naik pesawat. Cukup 30 menit perjalanan dari Jember ke Surabaya, sehingga waktu bisa diefektifkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya penginapan.
Diharapkan Bupati Hendy, dengan soft launching penerbangan komersial ini, maskapai lainnya tertarik untuk membuka pelayanannya di Jember. "Kita tunjukkan, okupansi penumpang pesawat di Jember ini tak hanya 12 orang, melainkan 50, bahkan 100 orang per hari,” pungkasnya. (*) Prabu/MTS Foto: @pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU