
hariansuara.com - Saat ini masih saja terjadi kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Api. Terkait hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim dan Direktur Intelkam Polda Jatim menggelar rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Kapolres dan Bupati/Walikota se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (04/01/2023).
Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU hadir bersama Kapolres Jember AKPB Hery Purnomo. Selaku mantan birokrat tulen di Ditjen Perkeretaapian, Bupati Hendy mengusulkan dibuatnya langkah konkret untuk mengatasi masalah terkait Perlintasan Sebidang Kereta Api.
"Seperti dijelaskan Dirintelkam Polda Jatim, Perlintasan Sebidang Kereta Api ini ibarat kejar-kejaran dengan nyawa. Mohon izin dilakukan kolaborasi untuk satu inspirasi atau surat edaran dari Gubernur yang akan kami taati dan laksanakan. PT KAI bisa membuat regulasi yang mudah dilaksanakan. Jangan lama-lama, karena ini menyangkut keselamatan," ujar Bupati Hendy.
Sejak dulu Perlintasan Sebidang Kereta Api menjadi problem dalam pengembangan daerah. Masalah ini tidak hanya di wilayah Jawa Timur, melainkan ada se-Indonesia.
"Seperti Kabupaten Jember yang sedang berkembang, jumlah penduduk banyak, maka lahan kiri-kanan rel KA yang dulu tidak diminati, kini ditinggali juga," ujar Bupati Hendy.
Mengenai masih saja terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api, Bupati Hendy sangat menyayangkannya. Ada karena perlintasan tanpa palang pintu, kelalaian pribadi, dan juga tindak menerobos palang pintu di perlintasan. Ini kelalaian yang sangat membahayakan keselamatan jiwa.
"Untuk itu, jangan sekali-kali menerobos palang pintu Kereta Api. Apa lagi menyeberang jalur KA tanpa tengok kanan-kiri lebih dulu," imbau Bupati Hendy, dan mengajak semua pihak untuk saling menjaga keselamatan. (*) Abidin/MTS Video: @hendy_siswanto/Habib HM (*) Abidin/MTS Video: @hendy_siswanto/Habib HM
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU