
hariansuara.com - Sebagaimana kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur, Jember serius bergelut turunkan angka stunting. Dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, Jawa Timur masih berada di urutan ke-11 dari 12 Provinsi Prioritas Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Adapun prevalensi stunting-nya di angka 23,5 persen.
"Stunting di Jember masih harus diturunkan. Kami targetkan pada 2023 stunting turun maksimal, dan diharapkan bisa mencapai zero new stunting pada 2024," ujar Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU pada rapat koordinasi pembentukan Satgas J-Penting Aksi di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (6/2/2023).
Keberadaan Satgas J-Penting Aksi ini dibentuk untuk menyukseskan penurunan stunting, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Anggota terdiri atas 40 personel dari 16 OPD, bekerja di bawah kawalan tim ahli, berkantor di Pendopo, dan bekerja setiap hari hingga akhir 2023.
"Stunting problem kita bersama, dan akan bisa diselesaikan dengan menggalang kekuatan bersama-sama. Berkolaborasi antarlintas OPD dengan stakeholders. Tak hanya melakukan treatment atas kasus yang sudah ada, tetapi juga melakukan pencegahan di hulu," imbuhnya.
Satgas secara kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Dinas Sosial sampai Kantor Urusan Agama (KUA), hingga Musyawah Pimpinan Kecamatan (Muspika).
Zero New Stunting
Secara sistematis, program kerja Satgas J-Penting Aksi dirancang. Februari 2023 bertugas untuk menyukseskan Bulan Timbang dan Pemberian Vitamin A kepada Balita.
Kesempatan ini juga digunakan untuk meng-update data dan fakta terkini. Sekaligus untuk merumuskan kebijakan pencegahan di hulu, yakni untuk bisa stop stunting atau zero new stunting.
Untuk itulah, Bupati Hendy mengingatkan agar Satgas J-Penting Aksi menguasai benar media KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) terkait stunting. Ini penting sekali, sebab mereka akan mendampingi dan memastikan kader Posyandu paham akan stunting dan dampaknya. Selanjutnya, kader Posyandu dapat mengedukasi perihal stunting kepada warga, utamanya para ibu hamil.
"Dengan kehadiran Satgas J-Penting Aksi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting. Saya minta penurunannya dalam jumlah riil, bukan persentase. Jadi dapat dikalkulasi besaran anggaran tertentu dapat menurunkan seberapa jumlah riil stunting. Kemudian, dapat merumuskan langkah strategis lainnya," pungkas Bupati Hendy, serius. (*) Siti Muhanah/MTS Foto: @pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU