
hariansuara.com - Menekan laju inflasi menjadi agenda nasional, yang terus diperjuangkan oleh setiap daerah. Pun, Kabupaten Jember. Hal ini dilakukan untuk melayani masyarakat agar bisa membeli bahan pokok penting (Bapokting) untuk keluarga.
Untuk menekan inflasi jadi rendah terkendali, salah satu kiatnya adalah dengan menjaga harga pasar tidak melonjak tinggi. Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepada setiap daerah untuk turun ke lapangan. Memantau harga komoditas sehingga tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.
Pengecekan harga komoditas di pasar ini penting sekali dilakukan agar bersesuaian antara data dan fakta terkait harga dan stok komoditas Bapokting. Dari temuan riil di lapangan ini menjadi pijakan bagi pemimpin daerah dalam mengambil kebijakan selanjutnya secara tepat.
Sidak ke pasar, pinta Menteri Tito kepada setiap daerah. Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU pun menginstruksikan kebijakan untuk terus melakukan cek dan ricek di lapangan.
Kendati, berkat kolaborasi dengan semua pihak, inflasi di Jember bisa di angka 0,16 persen dari awal 2023 lalu. Sidak ke pasar terus berjalan. Bahkan konsisten Senin-Kamis dilakukan, dan kian intens menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Seperti Selasa (14/2/2023), sesuai instruksi Bupati Hendy, Sekda Jember dan beberapa OPD mendatangi tempat Bapokting di Kecamatan Sumbersari. Mereka ke Perusahaan Beras Bintang Mulia (Lily) di Kelurahan Wirolegi, lalu ke Gudang Bulog Pakusari dan Gudang PT Rajawali Nusindo di Kelurahan Antirogo.
Tekan Inflasi tak Bisa Sendiri
Banyak manfaat didapat dari sidak pasar ini. Di antaranya, mencegah terjadinya penimbunan komoditas Bapokting. Bila tidak terkawal, penimbunan ini cukup potensial menjadi celah naiknya inflasi. Terlebih jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Selain itu, bisa terpantau antara stok Bapokting (supply) dari beras hingga minyak goreng kemasan mencukupi permintaan masyarakat (demand). Yang terpenting lagi, dalam harga yang terkendali. Inflasi pun bisa terjaga dalam batas yang aman.
Tentu, menekan inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi dari semua pihak. Pemerintah, Bulog dan stakeholders sebagai mitra saling bahu-membahu sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat. (*) Surya/MTS Foto: @pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU