
hariansuara.com - Pemerintah Kabupaten Jember ekstra serius untuk keluar dari lilitan stunting, Angka Kematian Ibu-Angka Kematian Bayi (AKI-AKB), dan kemiskinan ekstrem.
Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST. IPU meluncurkan pembentukan Satgas J-Penting Aksi atau Jember Penurunan Stunting, AKI-AKB dan Kemiskinan Ekstrem pada Senin (6/2/2023). Di bawah kawalan tim ahli, para anggota Satgas bekerja sesuai agenda yang digariskan.
Setiap Kamis, diputuskan Bupati Hendy, Satgas J-Penting Aksi mengadakan gelas diskusi, melaporkan hasil temuan di lapangan. Seperti Februari lalu, misalnya, tim Satgas menyelesaikan pengumpulan data lengkap dan konkret ibu dan bayi seiring dengan gerakan penimbangan badan dan juga pemberian vitamin A.
"Dari temuan kerja tim Satgas yang tak mengenal lelah itu, kita akan tahu akar permasalahan di tiap daerah. Sekaligus juga mencari jalan keluar yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan Jember dari stunting, AKI-AKB, dan kemiskinan ekstrem," ujar Bupati Hendy.
Pada rapat tiap Kamis itu melibatkan tim ahli, ada Prof Yuli, Kepala OPD terkait dan tim Satgas J-Penting Aksi. Hasil temuan, diskusi dan solusi yang dirumuskan akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala BKKBN, dan juga Gubernur Jawa Timur.
"Menurunkan angka stunting, AKI-AKB dan kemiskinan ekstrem adalah bicara tentang masa depan Jember, dan ini menyangkut tanggung jawab kita bersama," pungkas Bupati Hendy. (*) Melia Hapsarani/MTS Foto: @pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU