
hariansuara.com - Menyadari pentingnya mengokohkan posisi Kopi Rubusta yang dihasilkan, masyarakat petani kopi Kabupaten Jember, khususnya di kawasan lereng Gunung Raung, Gumitir dan Argopuro mengajukan pendaftaran sertifikasi perlindungan Indikasi Geografis.
Pemerintah Kabupaten Jember sangat mendukung gagasan ini. Dengan mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis, Kopi Robusta Jember akan terproteksi secara hukum seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Manfaatnya, banyak.
Sertifikat perlindungan Indikasi Geografis ini selain melindungi hak kekayaan intelektual produk dengan unsur atau sifatnya tersendiri, juga memberi nilai tambah dan posisi tawar tertentu sebagai strategi pemasaran di dalam dan luar negeri. Reputasi produk juga meningkat di pasar internasional, serta menjadi alat untuk menghindari persaingan curang.
Bupati Jember Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU menyambut penuh suka cita kedatangan tim ahli dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) terkait pengurusan sertifikat perlindungan Indikasi Geografis.
Pemeriksaan lokasi kebun kopi maupun Kopi Robusta dan persyaratan lainnya dipimpin Dr Surip. Pun tampak ahli Indikasi Geografis Dr Marianna Molnar Gabor Warokka, serta utusan dari Kanwil Kemenkumham, Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP), Perhutani, dan PTPN XII.
"Pemerintah Kabupaten Jember sangat mendukung gagasan mulia pembuatan sertifikat perlindungan Indikasi Geografis untuk Kopi Robusta. Ini menjadi legacy bagi generasi mendatang. Insan Jember juga semakin yakin akan kekayaan kopi asli dari bumi sendiri," ujar Bupati Hendy.
Diharapkannya, permohonan Sertifikasi Kawasan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Java Raung Gumitir dan Java Argopuro Jember ini terwujud.
"Kopi adalah kekayaan alam Kabupaten Jember yang harus kita jaga bersama-sama. Pemkab Jember akan konsisten dan berkomitmen menjaga lahan ini tetap peruntukannya bagi kopi," tandas Bupati Hendy.
"Dengan kopi, kita bisa kembangkan perekonomian kabupaten, meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengentaskannya dari kemiskinan." (*) Sulanjana/MTS Foto: Tangkapan Layar @hendy_siswanto
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU