
hariansuara.com - Tanggal 1 Januari lalu Kabupaten Jember genap berumur 94 tahun. Terpaut 17 tahun dari usia Kemerdekaan Republik Indonesia. Jember di usia yang matang.
Tetapi 6 tahun lagi sampai di usia satu Abad, Kabupaten Jember belum memiliki pakaian khasnya sendiri. Seperti daerah lain di Indonesia, punya pakaian khas yang representatif, dan 'bicara' tentang Jember secara utuh. Baik mewakili sumber daya alam Jember, kekuatan seni budayanya, potensi sumber daya manusianya dan juga ruh Pandhalungan yang adiluhung.
Berangkat dari kontemplasi yang dalam dan kecintaan kepada tanah kelahirannya, beberapa waktu lalu Bupati Ir H Hendy Siswanto, ST., IPU mengajak @jemberfashioncarnaval untuk berdiskusi khusus tentang pakaian khas Jember. Dari sisi visual hingga nilai filosofisnya.
Pakaian Khas Jati Diri Daerah
Bagi suatu daerah, pakaian khas satu hal yang sakral. Ia menunjukkan identitas atau jati diri suatu masyarakat, serta memiliki kekuatan-kekuatan, salah satunya sebagai pendongkrak ekonomi kreatif.

Tentu ini bukan kerja orang per orang maupun kelompok saja, melainkan terpulang kepada selurun insan Jember. Baik wong Jember yang berdomisili di dalam Kabupaten Jember, maupun yang sedang menjelajahi bumi yang luas hingga ke mancanegara.
Respons Positif Masyarakat Jember
Respons positif datang dari masyarakat Jember. Mereka sangat setuju gagasan inovatif Bupati Hendy terkait pakaian khas Jember. @almed_almeidha, misalnya, surprised, "Keren bapakkk..baru kali ini ada Pemimpin Jember yg punya pemikiran ttg Pakaian Khas yg akan jd identitas dr kota Jember kita tercinta..."
Usulan demi usulan masuk, di antaranya bisa menggelar sayembara desain. Masukan lain, melakukan urun rembug seluruh komponen yang ada, termasuk menghimpun aspirasi dari para Sejarahwan/Budayawan. Sejatinya, pakaian khas itu meliputi aspek budaya, sejarah, dan peradaban, hemat mereka.
Seperti diutarakan @fauziakh2022, "... dikolaborasi dengan diramu dengan rampak segenap sumberdaya alam, religiusnya, keunikan, kekuatan, dan inspirasi-inspirasi utk dikemas menjadi ikon keren pakaian khas Jember. Salam keren Bapak Bupati. Setuju Bapak, dikaji dikolaborasi. Hebat Bapak..." (*) Sulanjana/MTS Foto: @pemkabjember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU