
hariansuara.com - Jember kabupaten tua berumur 94 tahun dengan masyarakatnya berbudaya tinggi. Tertuang dalam Staatsblad Nomor 322 Tanggal 9 Agustus 1928, sejak 1 Januari 1929, Pemerintah Belanda mengakui REGENSCHAP DJEMBER. Bahwasanya, masyarakat Jember adalah satu kesatuan hukum yang berdiri sendiri.
Pun, di Abad 14, bertahta Kerajaan Sadeng, tepatnya di Kecamatan Puger, dengan kepemimpinan Sang Raja yang kuat dan disegani, serta bijaksana. Masyarakatnya hidup makmur, dan mengembangkan budaya adiluhung. Salah satunya, Batik Sadeng.

Hingga kini, warisan leluhur budaya Kerajaan Sadeng terus hidup di masyarakat. Salah satunya berupa kekayaan wastra yakni Batik Sadeng, yang pelestariannya digiatkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jember, Dra Hj. Kasih Fajarini.
Istri Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU ini seorang multitalenta. Sejak muda, ia telah menekuni dunia mode sebagai passion-nya. Pada malam penutupan event internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) Minggu, digelar 'Fashion Batik Sadeng' yang memukau.

Para ibu anggota berbagai organisasi di Bumi Pandalungan ini, swasta maupun negeri, tampil di catwalk. Batik Sadeng dengan warna-warni cerah, motif bunga dan dedaunan menjadi daya pikat yang kuat.

"Saya berharap, Batik Sadeng yang sangat indah dan bernilai budaya luhur ini terus terlestarikan. Batik Sadeng eksis sebagai identitas dan ciri khas masyarakat Jember. Ini penghargaan dan syukur kita kepada para leluhur yang telah melahirkan wastra khas Jember yang luar biasa.InsyaAllah Batik Sadeng dapat mendunia seperti halnya JFC di dunia internasional," pungkas Hj. Kasih Fajarini, lalu menggulirkan pantun apresiasi bagi Batik Sadeng:
Ibu Kasih Buat Sambal dan Serondeng
Buat Teh Tarik maupun Koya
Dengan Motif Batik Sadeng
Ayo Kita Berbudaya dan Berkarya
Majulah Jember, terus lestari Batik Sadeng, wastra warisan budaya tinggi para leluhur. (*) Melia Hapsarani/MTS Foto: @kasihfajarinijember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU