
hariansuara.com - Tradisi perlombaan karapan sapi asli dari Madura populer di Kabupaten Jember. Bahkan sejak 2010, budaya khas dari Pulau Garam tersebut telah rutin dilombakan hingga kini. Jadi, pada tahun ini adalah lomba ke-13, sekaligus untuk kali kedua dihadiri langsung oleh Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU.
Bertempat di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, sejak dibuka Bupati Hendy Sabtu kemarin semarak dengan kehadiran para peserta perlombaan karapan sapi. Sebanyak 124 peserta hingga Minggu (10/9/2023) tadi masyarakat masih menikmati perlombaan karapan sapi.
"Saya sangat bahagia dengan penyelenggaraan perlombaan karapan sapi tradisional 2023 ini. Luar biasa. Sebanyak 124 peserta dari seluruh Jawa Timur. Dari Jember, Lumajang, Probolinggo, dan Madura. Terima kasih kepada Bapak Kades Tanggul Wetan yang serius menghidupkan kearifan lokal lewat karapan sapi," ujar Bupati Hendy.
Karapan sapi mengikutkan masing-masing sepasang sapi terbaik dan terlatih. Karapan sapi salah satu kearifan lokal yang berasal dari Madura. Namun, kegiatan yang sarat dengan budaya ini menjadi akrab di tengah masyarakat Jember, karena 50 persen populasi di kabupaten ini bersuku Madura.
Selain mengadu kecepatan dan kekuatan, Bupati Hendy menambahkan, karapan sapi ini dapat mempererat silaturahmi di antara kita semua, terutama para penjoki karapan sapi se-Jawa Timur. Juga menunjukkan indahnya seni berupa harmonisasi antara gerak derap kaki sapi dan semangat para penjoki. Karapan sapi ini cermin dari dedikasi dan cinta terhadap tradisi ini.
Selain itu, lomba balap sapi ini juga membuka lapangan kerja, menggeliatkan roda perekonomian, dan meneruskan kearifan lokal yang luhur ini kepada generasi penerus. Cinta kepada budaya dan bangsa harus dijaga dan dipertahankan, tegas Bupati Hendy.
Untuk itu, Pemkab Jember mendukung sungguh kegiatan karapan sapi. Mengingat manfaatnya, diharapkan Bupati Hendy, karapan sapi bisa dijadikan agenda tahunan, bahkan bila bisa, diadakan dua kali dalam setahun.
Multiplier effects-nya yang positif dapat dirasakan luas. Penyelenggaraan pun perlu dikemas sedemikian rupa, sehingga peserta ratusan banyaknya dari dalam dan luar Jember dapat diarahkan untuk berwisata kuliner dan banyak lagi. (*) Melia Hapsarani/MTS Foto: @dishendy_siswanto
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU