hariansuara.com - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperjuangkan percepatan penurunan stunting di masyarakat. Kemarin menggelar Jambore Kader Posyandu sebagai pembekalan pelayanan kesehatan, juga konsisten menjalankan penimbangan dan pengukuran pada balita penerima bantuan makanan tambahan (PMT).
Wakil Bupati Jember yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Jember KH. MB. Balya Firjaun ke Desa Sukorambi dan Kecamatan Panti. Ini program pemberian PMT Tahap 2, sekaligus mengadakan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Desa Emas Senin (30/10/2023) pagi.
Sebanyak 137 balita menerima masing-masing 2 boks Susu, 2 boks abon ayam, dan 1 Kg telor ayam. Bantuan PMIT ini diberikan untuk menambah gizi untuk tumbuh kembang anak, dan menghindari stunting.

Sejauh ini, jelas Wabup Jember yang kerap disapa Gus Firjaun, ketelatenan menjalankan penimbangan dan pengukuran balita, serta pemberian PMT berdampak positif.
"Alhamdulillah, progresnya yang baik. Kedepan insyaAllah kasus stunting di Kabupaten Jember terus menurun," lanjutnya kepada media.

Usai dari Desa Sukorambi, Gus Firjaun beralih ke Kecamatan Panti. Agendanya, pengarahan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) setempat terkait pembinaan dan pembekalan dalam menekan angka stunting.
Diingatkannya, penurunan angka stunting tak bisa sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi, kerja sama antara stakeholder, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas terkait. Bila semua pihak berjalan seiring, maka target menurunkan angka stunting bisa tercapai. (*) Melia Hapsarani/MTR Foto: @dinas_kominfo_kab_jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU