
hariansuara.com – Ketersediaan infrastruktur yang andal sangat penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun daerah. Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya membangun infrastruktur untuk melancarkan perbaikan dan pengembangan di seluruh sektor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Hadi Sasmito mengungkapkan, "Pemerintah Kabupaten Jember pada 2023 dan 2024 berupaya melakukan pengembangan berbasis ekonomi."

Termasuk di dalamnya, menyiapkan infrastruktur seperti melakukan pelebaran jalan menuju Pantai Bandealit jelang akhir 2023. Pengerjaan jalan tersebut dilanjut sejauh 14 kilometer pada 2024. Tak hanya menyiapkan sarana jalan, melainkan berupaya mengembangkan potensi bernilai ekonomis di dalamnya, seperti wisata, pertanian, pekebunan, dan lain-lain.
Menata Kampus Jadi Kawasan Edukasi Terintegrasi
Pemkab Jember terus menggarap potensi yang ada untuk semakin maju dan berkembang. Satu yang digagas saat ini adalah menata secara terintegrasi wilayah kampus menjadi kawasan wisata edukasi.
Tahap awal dimulai dengan penertiban berlalu lintas. Melalui Dinas Perhubungan Jember, uji coba Sistem Satu Arah (SSA) diterapkan di ruas jalan lingkar Kampus Universitas Jember (Unej) dari Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, Jalan Mastrip dan Jalan Riau.
Tujuan SSA tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengendara, termasuk di perlintasan. Lalu lintas lancar, maka kegiatan perekoomian dapat meningkat.
Sejak 2 hingga 28 Oktober, SSA diterapkan pada jam-jam tertentu, kemudian diujicobakan juga selama 24 jam penuh. Selama itu dilakukan pemantauan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) dan dievaluasi secara seksama. Untuk saat ini, selama 2023, SSA diterapkan di wilayah kampus dalam dua sesi. Pagi pukul 06.00 – 08.00, dan sore pukul 16.00 – 18.00. Tahun 2024 mendatang, SSA diberlakukan penuh 24 jam.

Selain itu, secara bertahap pada 2024 Pemkab Jember akan memperbaiki trotoar untuk kenyamanan dan keamanan pedestrian. Penataan bagi pejalan kaki ini dimulai dari Jalan Jawa. "Tentu, penataan trotoar menerapkan konsep humanis yang ramah bagi pejalan kaki dan para difabel," jelas Sekda Jember Hadi.
"Uji coba Sistem Satu Arah (SSA) di wilayah kampus ini tidak sekadar untuk ketertiban berlalu lintas, tetapi untuk mengembangkan kawasan kampus jadi terintegrasi, nyaman, dan bisa berdampak langsung kepada masyarakat. Untuk itu, kami melakukan penataan,” imbuhnya.
Kemudian menata pedagang kaki lima (PKL) dengan merelokasi mereka. Pemkab bekerja sama dengan Unej mencarikan solusi yang terbaik. Diharapkan, relokasi ke tempat baru nanti justru dapat meningkatkan penghasilan PKL.
Selain itu, melalui Dinas terkait, pada 2024 Pemkab Jember akan mengadakan angkutan gratis di dalam kawasan kampus, selingkar dengan penerapan SSA. Anggaran untuk itu sudah dialokasikan. Pihaknya akan segera mendiskusikan dengan pihak Unej soal penataan lalu lintas di dalam kampus.
“Jika akses menuju kampus dibuka semuanya, kami akan menyediakan angkutan gratis dan beroperasi di dalam kampus,” jelas Sekda Hadi lagi.
Seluruh penataan ini, termasuk penerapan SSA, tiada lain untuk menciptakan lingkungan kampus yang terintegrasi, nyaman dan aman. Dengan berkolaborasi, memperjuangkannya bersama-sama, bisa tercapai. Termasuk pengguna jalan mengurangi laju kendaraan jadi 30-40 km/jam saat melintasi SSA. (*) Maulana/MTR Foto: @dinas_kominfo_kab_jember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU