Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Di Usia 51 Tahun Syaiful Akhirnya Merasakan Jalan Aspal dan Terang di Desa Kelahirannya di Bandealit, Jember

Politik & Pemerintahan
04 Nov 2023
Di Usia 51 Tahun Syaiful Akhirnya Merasakan Jalan Aspal dan Terang di Desa Kelahirannya di Bandealit, Jember

hariansuara.com – Syaiful, nama warga Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo itu. Wajah lelaki kelahiran 11 Maret 1972 terlihat bahagia. Pun, warga setempat lainnya. Bungah sekali ketika Pemerintah Kabuten Jember mulai mengerjakan tahap persiapan pembangunan jalan di desa mereka menuju Pantai Bandealit. 

"Sejak saya kecil, jalan menuju Bandealit memang sangat sulit dilalui. Benar-benar rusak. Jalannya berbatu besar-besar. Kalau ke pantai harus berjalan kaki selama 5 jam. Naik mobil bisa, sekitar dua jam," ujarnya. 

Kondisi seperti ini tentu sangat disayangkan. Sebab Pantai Bandealit di Jember bagian selatan itu memiliki potensi wisata alam yang istimewa. Begitu asri dan indah, sampai orang menyebutnya sebagai 'Surga yang Tersembunyi'. 

Pantai Bandealit sekitar 64 kilometer dari Kota Jember itu berada di kawasan lindung Taman Nasional Meru Betiri (TNMB). Keasriannya terjaga. Belum lagi fauna dan flora langka di sana menjadi daya tarik tersendiri.   

Akses Jalan Kunci Utama Memajukan Meru Betiri

Dengan pembangunan akses jalan ke Bandealit, tak hanya Syaiful dan warga di sana yang gembira. Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU pun merasa lega, sekaligus haru.

"Masyarakat Meru Betiri punya KTP Jember. Tapi mereka tidak terfasilitasi hasil pembangunan Jember. Belum pernah tersentuh pembangunan yang signifikan. Hak masyarakat di sana itulah yang harus kita selesaikan," ujar Bupati Hendy. 

Sejak 2021 Bupati Hendy sudah berupaya melakukan penjajakan kemungkinan bisa membangun jalan menuju Bandealit. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Perhutani didatanginya. Kondisi setempat serius dipelajari.

Cara memajukan Meru Betiri adalah dengan membuka akses jalan ke Pantai Bandealit. Infrastruktur jalan siap, wisatawan bisa datang pesiar dengan mudah. Ini bisa membuka peluang ekonomi bagi warga setempat, yang berjumlah sekitar 3.000 orang. 

 “Andai tidak ada warga Jember di Meru Betiri, kami akan prioritaskan ke yang lainnya. Hak warga mesti diberikan," imbuh Bupati Jember, mengingat beratnya medan di Meru Betiri. 

Dengan intens mengikhtiarkan solusi, akhirnya terjalin kesepakatan kerja sama antara Pemkab Jember dan Balai Taman Nasional Meru Betiri (BTN MB). Di aula Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (8/3/2023) Bupati Jember Hendy Siswanto dan Kepala BTN MB, Nuryadi, S.Hut. M.P. menandatangani kesepakatan itu.

Pemkab Jember fokus memperbaiki jalan di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, karena kondisi di sana sangat memprihatinkan. Untuk mencapai Bandealit, orang harus melintasi hutan lindung sejauh 15 kilometer dengan jalan berbukit dan rawan longsor. Medan bertambah berat pada musim penghujan. 

Kepala BTN MB Nuryadi menyambut positif kesepakatan ini. TN MB tetap dengan fungsinya sebagai konservasi alam. Dengan jalan ke Bandealit diperbaiki, hematnya, akan memudahkan mobilitas petugas dalam melindungi dan mengawasi hutan lindung. Pun, tersedianya akses ke Pantai Bandealit akan menarik datangnya wisatawan, berarti ini menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar hutan. 

Sekretaris Desa Andongrejo, Riyadi, juga berpendapat senada. Karenanya ia sangat menantikan pembangunan jalan tersebut. 

Membangunan Jalan dan Mengalirkan Listrik

Pemkab Jember melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) sudah memulai langkah persiapan pembangunan akses jalan ke Bandealit. 

Disampaikan Plt. Kepala Dinas PUBMSDA Jember, Rahman Anda, kepada media Jumat (3/11/2023), perbaikan jalan sudah dimulai dengan mengeruk sisi tebing untuk melebarkan jalan yang sempit. Dilanjut dengan pengaspalan sepanjang 600 meter, mulai dari titik nol di pintu masuk bawah.

Pada 2024 dengan mendapatkan Dana Anggaran Khusus (DAK), pengaspalan jalan sejauh 14 kilometer dilanjutkan hingga ke pemukiman warga dan Pantai Bandealit. Koordinasi dengan PLN sudah dilakukan, untuk mengalirkan listrik ke sana, serta memasang penerangan jalan umum (PJU).  

Kegembiraan Syaiful dan warga setempat berlipat-lipat begitu tahu listrik akan masuk dan menerangi desa mereka. Bupati Hendy terharu dan bersyukur warga Andongrejo bisa tersenyum. (*) Prabu/MTR                  Foto: Diskominfo Kab Jember, @pantai_bandealit

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X