
hariansuara.com - Hingga kini, dengan produktivitas pertanian dan perkebunannya, Kabupaten Jember menjadi salah satu penyokong utama ketahanan pangan di Jawa Timur, bahkan bersumbangsih pula untuk Indonesia.
Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU., ASEAN Eng kian termotivasi membawa Jember jadi Kabupaten Berswasembada atau Berdaulat Pangan. Artinya, Jember dengan 2,6 juta penduduk bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Melihat performa hingga kini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa optimis dengan kesiapan Jember berdaulat pangan. Ia menganugerahi Bupati Jember Satyalancana Wira Karya bidang Pertanian sebagai Kepala Daerah Berprestasi dalam peningkatan ketersediaan pangan saat memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 42 pada 19 Oktober lalu.
Kolaboratif, Mandiri Pupuk & Jurus
Jalan mewujudkan Jember Daulat Pangan atau J-Daulat Pangan tidak serta merta tersaji. Problem utama yang dihadapi adalah kelangkaan pupuk. Seluruh petani di Jember, bahkan Indonesia dan dunia kesulitan pupuk. Kalaupun ada, harganya selangit.
"Daulat pangan tidak bisa dicapai jika petani masih kesulitan pupuk," ungkap Bupati Hendy pada Special Interview dengan jajaran detik.com di Singhasari Resort, Kota Batu, Malang, Jawa Timur Senin (27/11/2023) pagi.

Berkolaborasi dengan banyak pihak, tercetus solusi: Jember harus punya pabrik pupuk organik. Belum ada yang melakukan itu. "Tahun ini kami tengah merintis pabrik pupuk organik. Di Jember ada 86 hektare lahan pertanian, terluas ketiga di Indonesia. Kebutuhan petani akan pupuk sangat banyak. Bila tidak punya pabrik pupuk, target swasembada pangan akan sulit dicapai," imbuhnya.
Belum lagi 'PR' meyakinkan dan mengubah mindset petani untuk berpindah hati dari pupuk kimia ke pupuk organik. Tidak mudah dan butuh peyakinan. Caranya, petani dilibatkan dalam uji coba penggunaan pupuk organik dan melihat hasilnya.
Ada 83 kelompok atau komunitas tani di Jember. Mereka sudah memproduksi pupuk organik, bahkan mengekspornya ke Afrika. Namun, keragun masih bergayut di benak petani. Akankah panen berhasil menggunakan pupuk organik?

Pemkab Jember pun melakukan MoU dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Pupuk Indonesia, dan Universitas Jember. Puluhan komunitas tani itu dikumpulkan. Ribuan hektar dibagi jadi 6 klaster, dengan masing-masing mencoba jenis pupuk organik berbeda.
Pemkab Jember sendiri akan melakukan uji coba di lahan seluas 7 hektare, menggunakan Si Jempol, merek pupuk organik yang diproduksi pabrik kependekan dari 'Jember Pupuk Organik Lengkap'.
"Estimasi saya, perlu 5-6 kali tanam untuk meyakinkan para petani. Riset terus dilakukan untuk menyempurnakan Si Jempol. Ke depan insyaAllah semua memakai pupuk organik ini, dan kami berikan secara gratis," tegas Bupati Hendy, yang merupakan Koordinator Wilayah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jawa Timur.
Faktor krusial lainnya, hemat Bupati Hendy, agar Jember mempertahankan lahan pertanian produktif sebagai lumbung pangan. Selamanya manusia hidup butuh pangan. Ketersediaan pangan ini berperan penting dalam menentukan stabilitas negara dan segala sektor kehidupan lainnya.
Pemerintah mengimbanginya dengan menjaga stabilitas harga komoditas pertanian. Petani bisa mengecap keuntungan saat panen. Kelak generasi muda akan jatuh cinta kepada dunia pertanian. Yakin, mereka bisa membangun masa depan yang cerah menjadi petani. (*) Bisri/MTR Foto: Diskominfojember
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU