
Jakarta - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio berpendapat bahwa memenangkan perhatian dalam debat belum tentu nantinya akan unggul dalam Pilkada.
"Untuk Anies-Sandi ajang seperti ini memang selalu menjadi andalan panggung dirinya. Bicaranya runut, komunikasi dan artikulasinya jelas. Hanya memang, kinclong di arena debat belum tentu unggul di Pilkada," kata Hendri di Jakarta, Sabtu.
Selain itu ia juga menilai pasangan lainnya, petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak berani berkomitmen, tidak akan meninggalkan Jakarta di 2019 jika terpilih nanti.
"Ini sebuah penutupan debat yang antiklimaks bagi pasangan petahana. Sebagai satu-satunya pasangan calon yang bisa bercerita tentang kebijakan dan program yang pernah dilakukan. Ternyata calon gubernur petahana ini menutup debat tanpa komitmen untuk Jakarta," kata Hendri.
Untuk calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono, Hendri menilai Agus cukup mampu menutup debat kemarin lebih santai dibanding di awal debat yang terbaca agak canggung.
Bahkan beberapa kali Agus sempat mencuri perhatian saat mampu melakukan serangan balik ke dua pasangan calon lainnya. Seperti saat menuding pasangan calon nomor dua sebagai pemimpin yang tidak percaya rakyatnya.
Dalam debat putaran pertama tersebut, tanggapan masyarakat yang aktif di media sosial cukup banyak dan beragam.
Penghitungan percakapan di internet dan media sosial yang dilakukan oleh PoliticaWave, debat tersebut menjadi trending topic Indonesia di Twitter.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU