
Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan program integrasi sistem transportasi untuk menangani kemacetan di Ibu Kota.
Menurutnya, masalah kemacetan di Jakarta, disebabkan mayoritas penduduk Jakarta dan daerah penyangga menggunakan kendaraan pribadi.
"Solusi kemacetan yakni memfasilitasi masyarakat dengan kendaraan massal publik mulai dari Transjakarta, bus, minibus, hingga angkot," papar Anies dalam debat kedua Pilkada DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat malam.
Untuk itu, menurutnya integrasi sistem transportasi DKI harus dimulai dengan membangun jalur mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan bus rapid transit (BRT) sebagai tulang punggung transportasi.
Kemudian dibuat jalur-jalur tambahan untuk bus kota dan angkot ke kampung-kampung penduduk.
"Dengan integrasi tersebut warga hanya akan membayar Rp 5.000 untuk penggunaan seluruh moda transportasi dari asal hingga tempat tujuan," tutur Anies.
Debat kedua Pilkada DKI yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta ini mengangkat tema reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta penataan kawasan perkotaan.
Debat dengan durasi 120 menit itu dipandu oleh ahli bidang kebijakan publik Eko Prasojo dan mantan presenter berita Tina Talisa.
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para pasangan cagub dan cawagub DKI disusun oleh tiga orang panelis.
Yaitu peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, serta pakar sosial budaya, arsitektur, dan perancangan kota Gunawan Tjahjono.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU