Pekanbaru – Ratusan paket sembako disita Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kampar bersama dengan Polres Kampar, Provinsi Riau. Diduga paket ini terkait dengan pemilihan bupati dan wakil bupati besok.
"Ada 200 paket sembako masing-masing berisi setengah kilogram gula, setengah kilogram beras dan kaleng sarden," kata Kepala Polres Kampar, AKBP Edy Sumardi.
Ia menjelaskan, seluruh paket sembako itu ditemukan dalam sebuah rumah kosong di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kampar.
Temuan itu merupakan hasil tindak lanjut laporan seorang warga ke Panwascam yang kemudian diteruskan ke Kepolisian Kampar pada Minggu sore (12/2).
Edy mengungkapkan temuan itu berawal saat Panwascam menerima laporan dari seorang mahasiswa.
"Panwascam melihat ada mahasiswa sedang menunggu sebuah rumah yang diduga tempat menyimpan sembako," katanya.
Dari pemeriksaan, rumah tersebut dalam keadaan tertutup dan gelap. Petugas berusaha menggali informasi dari warga sekitar untuk menanyakan pemilik rumah tersebut.
Hasilnya, petugas menemui seorang warga setempat yang mengklaim sebagai pemilik sembako itu. Petugas lalu melakukan pemeriksaan dan ditemukan sembako berisi beras, gula dan sarden.
Kepada petugas, warga bernama Abu Bakar mengaku bahwa sembako itu miliknya dan sengaja disimpan untuk dibagikan ke masyarakat. Itu merupakan kegiatan rutin tiap tahun untuk membantu masyarakat miskin.
Sementara itu, dari pemeriksaan juga dipastikan tidak ditemukan atribut partai atau label apapun yang berkaitan dengan Paslon maupun Tim Sukses.
Meski begitu, seluruh sembako disita sementara. Dan baru dapat dibagikan pascakegiatan Pilkada mendatang.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU