
Jakarta – Ada ancaman di media sosial dari peretas (hacker) untuk mengganggu jalannya proses penghitungan suara. Namun upaya tersebut berhasil diatasi pihak Komisi Pemilihan Umum.
Peretas (hacker) melakukan serangan dengan mengirimkan jutaaan traffic dalam hitungan menit. KPU langsung bergerak cepat untuk menangkalnya.
"Memang ada yang berupaya banyak sekali, tetapi tidak mengganggu hasilnya. Tidak ada yang masuk dan tidak ada yang mengganggu. Jadi hasil di sini itu sudah hasil hitungan TPS. Kalau teman-teman ada yang kurang yakin, silakan cek TPS-nya itu jumlah suaranya semua," kata Komisioner KPU, Hadar Nafis.
Ia mengungkapkan, bahwa situs / website KPU sempat down. Hal itu terjadi karena sedang dilakukan penataan peralatan dan jaringan agar tetap optimal.
"Memang beban kerja yang harus ditanggung oleh peralatan tersebut itu sangat berat, karena seluruh daerah harus mengupload formulir-formulir C1 dan meng-entri datanya. Disaat bersamaan, masyarakat banyak ingin melihat hasilnya," ujarnya.
"Jadi ada suasana di mana kami harus merapikan, itu harus mati. Tetapi pagi ini semua sudah nyala kembali," lanjutnya.
Hal sama disampaikan Ketua KPU DKI, Sumarno. Dia menuturkan bahwa tim dari situs KPU cukup kuat untuk menangkal upaya peretasan.
"Tim kami cukup kuat untuk mendeteksi serangan-serangan itu. Memang ada upaya untuk meretas server KPU dan kemarin sempat shut down tetapi kemudian tidak sampai KO, paling agak kelimpungan sedikit, tapi sudah pulih lagi karena sudah seperti biasa lagi," jelasnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU