Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Ungkap Peredaran Vaksin Palsu, DPR Bentuk Panja

Politik & Pemerintahan
21 Jul 2016
Ungkap Peredaran Vaksin Palsu, DPR Bentuk Panja

 

Jakarta - Komisi IX DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Obat dan Vaksin Palsu untuk mengungkap peredaran vaksin palsu yang telah berlangsung selama sekitar 13 tahun.

 

"Panja akan bekerja selama tiga bulan, dengan mengundang nara sumber dari lembaga-lembaga terait, untuk mengungkap berbagai sisi vaksin palsu," kata Dede Yusuf pada diskusi "Dialektika Demokrasi: Vaksin Palsu" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis, (21/7/2016).

 

Menurut Dede Yusuf, nara sumber tersebut antara lain berasal dari Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Reskrim Polri, rumah sakit, dan pimpinan organisasi profesi dokter.

 

Panja Pengawasan Obat dan Vaksin Palsu ini, kata dia, diharapkan dapat bekerja mengungkap apa dan bagaimana di balik peredaran vaksin palsu.

 

Selain Panja Pengawasan Obat dan Vaksin Palsu, sebelumnya Pemerintah telah membentuk Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu yang anggotanya antara lain dari unsur, Kementerian Kesehatan, BPOM, dan Badan Reskrim Polri.

 

"Kita harapkan Panja dapat bekerja secara sinergi dengan Satgas untuk mengungkap dan mengatasi persoalan vaksin palsu," katanya.

 

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, peredaran vaksin palsu yang terungkap saat ini ternyata sudah beredar sejak 13 tahun lalu.

 

Pada rapat kerja antara, Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan, pekan lalu, Menteri Kesehatan menyebut ada sebanyak 37 rumah sakit di sembilan provinsi yang memanfaatkan vaksin palsu, tapi tidak ada namanya.

 

"Setelah kami desak, pada rapat kerja berikutnya, Kementerian Kesehatan berkoordinasi dengan Bareskrim, kemudian menyebutkan, ada 14 rumah sakit yang memanfaatkan vaksin palsu," katanya.

 

Menurut dia, dipublikasikannya rumah sakit yang memanfaatkan vaksin palsu untuk segera mengatasi peredaran vaksin palsu, tapi berdampak menimbulkan kegelisahan di masyarakat.

 

Dibentuknya, Panja dan Satgas terkait vaksin palsu, diharapkan dapat bekerja baik mengatasi persoalan vaksin palsu.

 

Antara

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X