Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Risma Bukan Pemula, Tak Ada Istilah Terlambat Maju ke Pilgub DKI

Politik & Pemerintahan
04 Aug 2016
Risma Bukan Pemula, Tak Ada Istilah Terlambat Maju ke Pilgub DKI

 

Jakarta – Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma terus didorong agar maju ke Pilgub DKI tahun depan. Bila Risma akhirnya maju sebelum pendaftaran pada Oktober 2016, maka tak ada istilah terlambat untuk kader PDIP tersebut.

 

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti ‘Wiwi’ Zuhro mengatakan Risma bukan pemula sehingga tak terlalu dini pencalonannya.

 

“Kalau pemula sih boleh sangat dini pencalonannya. Bu Risma bukanlah pemula, tak ada istilah terlambat. Dia punya banyak pengalaman di pemerintahan dan juga merupakan orang yang tepat jadi pemimpin terbaik di DKI Jakarta,” ujar Wiwi dalam pesan singkatnya kepada hariansuara.com, Kamis (4/8/2016) .

 

Menurut Wiwi, sosok Risma sudah dikenal populer. Maka, jika maju ke Pilgub DKI yang dilakukan Risma tinggal mensosialisasikan visi misi programnya. Sosialisasi visi misi ini diperlukan untuk menambah elektabilitas dan akseptabilitasnya di DKI Jakarta.

 

“Karena Risma sudah populer dan menasional yang diperlukan kampanye untuk mensosialisasikan visi misi rencana programnya saja,” tuturnya.

 

Lanjutnya, kata dia, wajar bila Risma didorong banyak kalangan untuk maju ke Pilgub DKI. Banyak kepala daerah lain yang belajar dari Risma dalam tata kelola pemerintahan menjadi buktinya.

 

“Sulit dipungkiri bahwa rekan-rekan kepala daerah sangat respek kepadanya karena mereka belajar dari kesuksesan Pemkot Surabaya dalam melakukan e-government, inovasi pelayanan publik dan pembangunan lingkungan serta menyulap kota Surabaya menjadi kota yang asri bersih dan enak dipandang,” sebutnya.

 

Wiwi pun menambahkan dengan prestasi serta suara dari masyarakat, ada peluang PDIP mengusung Risma di Pilgub DKI. Apalagi intensnya komunikasi antara PDIP dengan parpol lain seperti PPP, PKB, PAN.

 

“Kecenderungan tampak menguat seiring dibangunnya koalisi PDIP dengan Gerindra, PKS, PPP, PAN dan PKB. Bisa juga dengan Partai Demokrat kalau tak memposisikan diri sebagai partai penyeimbang,” tuturnya.

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X