Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Bupati Jember Terpilih Hendy Siswanto: 1 Maret Bisa Dimulai Pilot Project Pembelajaran Tatap Muka 

Politik
09 Feb 2021
Bupati Jember Terpilih Hendy Siswanto: 1 Maret Bisa Dimulai Pilot Project Pembelajaran Tatap Muka 

hariansuara.com, Jember – Bagaimana pembelajaran anak ke depan kala pandemi COVID-19 belum jua berakhir? Menyeruak pertanyaan tersebut di kalangan masyarakat. Bupati Jember Terpilih H Hendy Siswanto pun menjawab pertanyaan itu dalam gelaran talk show Jember Lawyers Club bertajuk Pintasan Menuju Pendidikan Jember Kondusif Ditengah Pandemi malam tadi (8/2/2021) di Menepi Kitchen, The Argopura Boulevard,.

“Kami akan terapkan pembelajaran tatap muka mulai 1 Maret 2021. Secara bertahap dulu, hanya di beberapa titik sebagai pilot project. Dari situ kami akan lakukan evaluasi, dilihat titik-titik kelemahannya untuk bisa diperbaiki,” jelas Hendy Siswanto, yang otomatis menjadi Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 setelah ia bersama Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) dilantik dan dikukuhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jember pada 17 Februari 2021. 

Namun, gagasan pembelajaran tatap muka tersebut dilaksanakan setelah melalui pembahasan intensif dengan tim Satgas COVID-19 dan mengupas teknis pelaksanaannya.

“Bukan karena kami kontra dengan sistem pembelajaran daring di masa pandemi. Tapi sebagai orang tua, secara pribadi kami menilai pendidikan tidak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan yang cukup dilakukan secara daring. Tetapi ada persoalan lain yang tak kalah pentingnya menyangkut pendidikan seorang anak, yaitu terkait pembangunan kepribadiannya, akhlak kepribadiannya. Jangan sampai ada yang hilang dalam penyelenggaraan pendidikan anak, lost generation,” jelasnya lagi. 

Hemat Ayah dari 5 anak dan paman dari banyak keponakan maupun cucu,  tujuan pendidikan adalah selain mencerdaskan dan mengayakan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak mulia.

"Penanaman nilai-nilai luhur ini, seperti budi pekerti, sopan santun, adab yang baik, moral dan untuk menjalin kedekatan batin antara guru dengan murid hanya bisa dilakukan melalui pembelajaran tatap muka. Tidak secara daring," tandas Hendy. 

Pendekatan Habluminallah dan Habluminannaas

Namun, tentu saja dengan adanya pandemi COVID-19 ini, tidak bisa main terabas. Untuk itu, Bupati Hendy menggagas kombinasi yang sifatnya habluminallah dan habluminannaas

Aplikasinya, yang mendasar, adalah berdoa bersama dengan serius dan penuh kesungguhan. “Sesuai sila 1 Pancasila, sebagai manusia beriman, kita percaya COVID-19 adalah makhluk ciptaan Allah. Jadi, kita kembalikan kepada Yang Maha Esa permasalahan COVID-19 ini,” urai Hendy.

Ia pun menggagas gelar doa serentak sebulan penuh pada pukul 19.00 di tempat masing-masing menurut agama dan keyakinan tiap individu. ASN, katanya, adalah pelayan masyarakat. Untuk itu mereka akan disebar ke mal atau pusat publik manapun untuk mengingatkan warga berdoa kepada Allah. 

Hendy Siswanto pribadi adalah penyintas COVID-19, bahkan telah kehilangan adik tercintanya, Fendy Erwanto, akibat virus berbahaya itu. Karenanya, Bupati Hendy tahu persis betapa bahaya virus Corona satu ini dan tidak boleh lengah, apalagi meremehkannya. 

“Saya baca di literatur, apabila prevalensi yang terinfeksi kurang dari 1% jumlah penduduk, maka dibolehkan menerapkan pembelajaran tatap muka. Di Jember pasien COVID-19 ada 5.000 orang dari 2,6 juta penduduk. Artinya, Jember boleh menerapkan pembelajaran tatap muka. Meski boleh, penyelenggaraannya harus dengan aturan yang sangat ketat,” tegas Hendy. 

Bila gagasan telah matang dan siap dilaksanakan, pembelajaran tatap muka dibuka secara bertahap, 50% dulu. Seluruh elemen masyarakat dilibatkan. Mulai dari Satgas COVID-19 sebagai controller, orang tua, guru, aparatur sipil negara (ASN) sampai Ketua RT dan RW setempat. 

“COVID-19 ini bukan urusan pemerintah atau orang per orang, tetapi masalah seluruh masyarakat. Kita mesti menyatukan langkah, bersama-sama berikhtiar mengatasinya, termasuk para mahasiswa mengingatkan warga dalam menerapkan 3M. Media massa menulis tentang bahaya COVID-19 dan kiat-kiat melindungi keluarga dan masyarakat dari infeksi COVID-19. Bersama-sama insyaAllah kita bisa melalui semua ujian ini,” tandas Bupati Hendy Siswanto. (*) mel/mel     Foto: @hendysiswantocenter

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X