
hariansuara.com, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya, dan Universitas Kyoto di Jepang, melakukan kerjasama penelitian SATREPS (Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development) yang di dukung oleh JICA (Japan International Coorporation Agency) dan JST (Japan Science and Technology) untuk jangka waktu 2016 sampai dengan 2021
Plt. Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto mengatakan bahwa dalam kerjasama penelitian SATPRES ini sedang dilakukan penelitian tanaman sorgum yang mampu tumbuh cepat pada lahan marginal dengan input teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pada lahan alang-alang melalui seleksi dan perbaikan genetik tanaman sorgum. Sehingga, tanaman sorgum mempunyai kandungan lignin yang tinggi, tahan kekeringan dan penyakit, serta tidak mudah rebah.
Menurut Bambang, tanaman sorgum dipilih karena tanaman ini mampu tumbuh pada lahan kering, marginal serta dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk energi dan pangan tetapi juga untuk pakan yang sangat diperlukan oleh masyarakat lahan kering. Selain itu, untuk meningkatkan keragaman hayati dari lahan alang-alang, akan dilakukan intercropping antara tanaman yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi dengan memperhatikan keragaman genetik lokal, ungkap Bambang.
Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Dr. Didik Widyatmoko menambahkan bahwa selain penelitian, pada proyek SATREPS ini juga dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas peneliti melalui studi lanjut, training dan lecture, penyelenggaraan konferensi baik di Indonesia maupun di Jepang, penyediaan bahan-bahan penelitian, serta sumbangan alat laboratorium dari Pemerintah Jepang kepada Institusi di Indonesia melalui skema pendanaan JICA. Tujuan lain kegiatan SATREPS ini adalah melakukan revitalisasi laboratorium Treub, dimana dalam sejarah panjangnya sejak didirikan pada 30 Mei 1868 telah menghasilkan berbagai penemuan-penemuan yang signifikan bagi ilmu pengetahuan botani.
Perlu diketahui, hingga tahun 2018 ini, telah disumbangkan 53 alat-alat laboratorium untuk kegiatan SATREPS yang secara resmi akan diserahterimakan kepada LIPI. Alat-alat tersebut diantaranya adalah PCR machine, Photosynthetic Ratemeter, Atomic Absorption Spectrometer, Microplate Reader, serta Hydraulic Compression Molding Machine. Alat-alat tersebut telah diinstal di beberapa laboratorium di LIPI khususnya di Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU