.jpeg)
hariansuara.com, Jakarta - LAPAN meresmikan antena full motion S-X Band Mission Control Center. Antena full motion dengan diameter 11,28 meter ini merupakan yang terbesar di Indonesia.
Kepala LAPAN mengatakan antena yang diresmikan ini merupakan bagian dari pengembangan teknologi satelit. Ia menjelaskan bahwa pengembangan satelit di LAPAN bermula dari satelit LAPAN-A1/ LAPAN-Tubsat yang diluncurkan pada 2007. Satelit ini mampu beroperasi hingga enam tahun padahal secara teori, usianya diperkirakan hanya tiga tahun.
“Kemudian, pada 2015, LAPAN meluncurkan satelit generasi berikutnya yaitu LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI. Pada 2016, LAPAN meluncurkan satelit LAPAN-A3/ LAPAN-IPB,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
Saat ini LAPAN-A4 dan A5 sedang dikembangkan. Untuk LAPAN-A5, pengembangannya bekerja sama dengan Universitas Chiba untuk penggunaan radar mini dalam satelit mikro. Kepala LAPAN berharap, LAPAN-A4 dapat diluncurkan pada 2020, sementara LAPAN-A5 pada 2022.
Setelah 2022, pengembangan satelit memasuki fase operasional. Kepala LAPAN mengatakan, rencananya, LAPAN akan mengembangkan satelit mikro operasional kelas 150 kilogram. Satelit semacam ini lebih realistis untuk diwujudkan karena biayanya tidak terlalu besar. Lagipula, kecenderungan global saat ini mengarah pada pengembangan satelit mikro operasional berorbit rendah.
Nantinya, LAPAN akan memiliki beberapa satelit yang beroperasi secara konstelasi. Satelit operasional generasi awal akan bermisi penginderaan jauh. Sementara itu, berikutnya, LAPAN akan mengembangkan satelit operasional bermisi komunikasi.
Untuk mempercepat terwujudnya satelit tersebut, LAPAN bekerja sama dengan PT Telkom. Selain itu, LAPAN juga bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat kompetensi kedua pihak.
Kepala LAPAN mengatakan, kerja sama dengan PT Telkom ini merupakan kegiatan keantariksaan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.
Antena yang diresmikan ini dapat menerima dua frekuensi yaitu S dan X band serta dapat melakukan transmisi pada frekuensi S-band. Fungsi antena tersebut yaitu untuk mengunduh data muatan satelit LAPAN-A2/ LAPAN-ORARI dan LAPAN-A3/ LAPAN-IPB berupa data gambar.
Selain itu, antena ini juga dapat menerima data Automatic Identification System (AIS) yang berasal dari kapal-kapal laut di seluruh dunia. Selain itu, antena ini juga kompatibel untuk mengunduh data dari satelit milik luar negeri atau satelit yang bekerja pada frekuensi tersebut. Antena tersebut juga dirancang untuk dapat menerima dan mengirimkan data satelit LAPAN generasi selanjutnya. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU