
hariansuara.com, Brussels - Para ilmuwan Belgia menemukan fosil tertua dari kelelawar bertelinga tikus. Penemuan ini membuktikan bahwa spesies tersebut sudah ada lebih dari 33 juta tahun yang lalu.
Tulang-tulang mamalia kecil ditemukan di situs fosil pada akhir 1990-an. Tulang itu ditemukan ketika jalur kereta api berkecepatan tinggi dibangun di timur Brussels. Butuh waktu puluhan tahun bagi peneliti memilah-milah tanah untuk merangkai penemuan.
Akhirnya mereka menemukan tulang kelelawar kecil, dari myotis atau gen kelelawar tikus, hampir tidak berubah dari yang biasa ditemukan di Eropa hari ini.
"Kelelawar fosil ini sangat kecil, hanya terdiri dari gigi-gigi kecil, pecahan rahang dan beberapa tulang kecil," kata Thierry Smith, salah satu peneliti yang terlibat dalam proyek di Royal Institute of Natural Sciences.
"Beberapa spesies bertahan beberapa ribu tahun atau satu atau dua juta tahun tetapi tidak seperti di sini, 33 juta tahun," tambahnya.
Smith mengatakan umur panjang spesies kelelawar dapat dijelaskan oleh fakta bahwa kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang mampu terbang dan dengan demikian tidak perlu bersaing dengan yang lain untuk mendapatkan sumber makanan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU