
hariansuara.com, San Fransisco - Raksasa internet AS Google mengatakan pihaknya akan menutup situs jejaring sosialnya Google+ karena penggunaan yang rendah dan bug yang ditemukan pada Maret tahun lalu yang dapat membocorkan data sekitar setengah juta penggunanya.
"Versi konsumen Google+ saat ini memiliki penggunaan dan keterlibatan rendah,hanya 90 persen sesi pengguna Google+ kurang dari lima detik," kata Google.
Google mengatakan akan menutup Google+ dalam beberapa bulan mendatang setelah tujuh tahun diluncurkan sebagai situs jejaring sosial.
Ditutupnya Google+ juga disebabkan bug yang ditemukan tahun lalu dimana salah satu Google+ "API People" memaparkan beberapa data pengguna pribadi ke pengembang pihak ketiga, termasuk informasi seperti pekerjaan, jenis kelamin, usia, dan alamat email banyak pengguna.
"Kami menemukan dan segera menambal bug ini pada Maret 2018," kata Google. "Analisis kami menunjukkan bahwa hingga 438 aplikasi mungkin telah menggunakan API ini," kata Google.
Namun kata Google, "Kami tidak menemukan bukti pengembang mana pun mengetahui bug ini, atau menyalahgunakan API, dan kami tidak menemukan bukti bahwa data Profil disalahgunakan."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU