
Jakarta - Indonesia melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Intel Corporation Indonesia akan mengirimkan para peneliti remaja berprestasi ke ajang kompetisi ilmiah tingkat dunia pada tahun ini. Para peneliti remaja ini akan diikutkan dalam ajang ilmiah internasional bergengsi bertajuk Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) yang digelar di Amerika Serikat (AS) pada 8 – 15 Mei 2016.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi para pemenang LKIR dan OPSI untuk unjuk gigi dalam ajang ilmiah internasional dan juga kesempatan berharga untuk mengembangkan jaringan ilmiah mereka yang akan berguna di masa depan,” ujar Sekretaris Utama LIPI, Siti Nuramaliati Prijono seperti dilansir dari siaran pers LIPI, Selasa, (2/5/2016).
Intel ISEF merupakan ajang kompetisi penelitian ilmiah paling bergengsi di dunia. Ajang ini diikuti oleh sekitar 1.800 siswa yang berasal dari lebih 80 negara di dunia dan tahun ini akan diselenggarakan di Phoenix Convention Center, Arizona, AS. “Ajang bergengsi tersebut sangat penting untuk diikuti agar bisa menemukan potensi dan bakat meneliti di kalangan remaja yang kelak bisa diasah terus-menerus untuk menjadi peneliti yang handal,” tukas Lili, sapaan akrab Siti Nuramalitiati Prijono.
Harry K Nugroho, Manager Intel Corporation Indonesia mengatakan , ajang ini rutin diselenggarakan oleh Intel sebagai bentuk nyata dari komitmen Intel untuk terus melahirkan peneliti-peneliti handal di masa depan. Indonesia sudah mengirimkan wakilnya sejak tahun 2010 dan setiap tahunnya selalu memenangkan penghargaan, di antaranya tahun 2014 melalui karya Kulkas Tanpa Listrik hasil penelitian 2 Siswi SMAN 2 Sekayu Sumatera Selatan. Dan tahun lalu pula, Indonesia berhasil menyabet empat Penghargaan sekaligus bidang Matematika dan Bidang Ilmu Material & Kimia.
Pada keikutsertaan tahun ini, LIPI akan mengirimkan lima hasil karya (project penelitian, red) ilmiah pemenang LKIR tahun 2015 dari sembilan siswa pemenang. Para pemenang dan hasil karya ilmiahnya akan dibagi ke dalam satu tim kategori Microbiology, satu tim kategori Material Science, satu tim kategori Chemistry, dan dua tim lainnya dalam kategori Social and Behavioral Science. Sementara itu, Kemendikbud sendiri mengirimkan tiga tim project penelitian dari pemenang OPSI tahun 2015 yang terdiri dari enam siswa pemenang.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI sekaligus Ketua Scientific Review Committee, Laksana Tri Handoko mengatakan, Indonesia pada tahun ini mendapatkan penambahan kuota jumlah project penelitian yang dapat turut serta dalam ajang Intel ISEF. “Ini tentunya merupakan indikasi yang positif bagi peningkatan minat dan potensi remaja untuk menekuni dunia penelitian dan sekaligus perluasan kesempatan peneliti remaja Indonesia untuk bisa unjuk gigi di ajang bergengsi,” ungkapnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU