Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Sapu Angin Urung Tampil, Rektor ITS Surati Panitia

Tekno
04 Jul 2016
Sapu Angin Urung Tampil, Rektor ITS Surati Panitia

 

Jakarta - Mobil Sapu Angin XI batal melaju dalam ajang Shell Eco Marathon (SEM) Challenge Drivers World Championship (DWC) di London, Minggu, (3/7/2016), siang. Alasannya, panitia tidak memberikan izin karena mobil Sapu Angin XI telah banyak mengalami perubahan dari wujudnya yang semula.

Sehari sebelumnya mobil buatan ITS berhasil dinyatakan lolos dalam pemeriksaan teknis dan mendapat kesempatan untuk layak uji (valid run). Dalam kesempatan uji coba, Sapu Angin XI berhasil melakukan dua putaran. Mobil ini berhasil mencatat hasil konsumsi bahan bakar masing-masing sebesar 176 km per liter dan 183 km per liter. Uji coba lintasan pun dilakukan agar mobil bisa lolos dalam kualifikasi.

 

Dilansir dari laman ITS, Senin, (4/7/2016), menanggapi hal ini Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD mengirimkan surat kepada panitia. Joni meminta penjelasan terhadap apa yang telah menimpa Tim Sapu Angin yang dinilainya diperlakukan tidak adil.

 

"Mobil kami memang terkena musibah terbakar, namun itu telah teratasi dengan semangat yang tinggi mahasiswa untuk mewujudkannya kembali dalam segala keterbatasan. Mobil Sapu Angin XI juga telah mengalami uji lintasan sebanyak dua kali. Jika kemudian hasil akhirnya tetap tidak bisa ikut race, mohon disampaikan dan diinformasikan dengan baik kepada kami alasan-alasan apa saja terhadap keputusan itu," tutur rektor

 

Joni merasa perlu menyampaikan surat itu agar semangat juang yang telah ditunjukkan mahasiswa tidak pupus. Ia merasa alasan yang rasional kenapa Sapu Angin XI tidak diperbolehkan melaju sangat diperlukan untuk tim. Sebab hal itu dibutuhkan sebagai bahan pembelajaran jika di kemudian hari ada lomba serupa digelar.

 

"Apa pun hasilnya, Tim Sapu Angin ITS Sudah menunjukkan yang terbaik.  Mereka mampu mengembalikan wujud mobil dalam waktu singkat dan bekerja dalam tekanan yang luar biasa. Kami tetap mengapresiasi. Sapu Angin XI sudah menjadi juara di hati kami," tutur rector.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X