Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

TEKNOPOLIS 2017: Hadirkan Teknologi Mutakhir

Tekno
12 Jun 2017
TEKNOPOLIS 2017: Hadirkan Teknologi Mutakhir

 

hariansuara.com, Jakarta - Teknopolis 2017, sebuah ajang pameran teknologi baru di Indonesia, secara resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

 

Ajang yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Juni 2017 ini merupakan hasil kerjasama antara PT Erafone Artha Retailindo (ERAFONE) dan PT Traya Eksibisi  Internasional (Traya Events).

 

Berlokasi di Hall A Jakarta Convention Center, TEKNOPOLIS 2017 menggabungkan pameran teknologi, Internet of Things (IoT), wearable devices dan smartphone. Mengusung tema “Today’s Technology and Beyond”, TEKNOPOLIS 2017 menghadirkan puluhan inovasi produk dan teknologi dari beragam merek ternama, seperti Samsung, Xiaomi, DJI, Garmin, Go Pro, Fuji Film, BMW, Tesla dan lain sebagainya.

 

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara mengemukakan perlunya inovasi dalam menyambut era Internet of Things (IoT), agar Indonesia tidak tertinggal dari perkembangan global.

 

“Internet of Things tidak semata-mata bergantung pada device, namun juga perlu adanya ekosistem dan connectivity.  Saat ini konektivitas 4G di Indonesia sudah congest atau terlalu penuh. Untuk itu perlu penataan ulang alokasi frekuensi dari para operator di Indonesia. Content juga menjadi ekosistem yang penting dalam perkembangan IoT, terutama di sosial media," dalam pembukaan Jumat sore.

 

Berdasar riset terbaru dari World Economic Forum, akan ada 7 (tujuh) teknologi baru yang akan mengubah dunia, meliputi robot (2021), sensor/chip (2022), digital health/medical (2024), internet of things (2020),  implanted phone (2024), ride sharing car (2026), dan Artificial Intelligent (AI) pada 2026.

 

Indonesia akan memiliki puncak bonus demografi pada tahun 2028-2032. Artinya pada masa-masa itulah generasi usia produktif jumlahnya dua kali lipat dari jumlah usia non-produktif. Pada tahun 2030, ekonomi Indonesia akan setara dengan 2,5 kali ekonomi pada tahun 2016 lalu. Selanjutnya tinggal bagaimana cara bangsa Indonesia untuk mempersiapkan bonus demografi tersebut sehingga bisa menjadi pemenang dengan memanfaatkan perkembangan teknnologi.

 

 

Menurut Menkominfo, pemerintah RI sangat mendukung perkembangan Internet of Things, dengan menambahkan spectrum 2.1GHz dan 2.3GHz untuk 4G. Pemerintah juga akan menguji coba (trial) jaringan 5G di band 15MHz dan 17MHz. Menkominfo Rudiantara juga mengatakan bahwa secara infrastruktur ICT, Indonesia masih menempati urutan ke-4 di ASEAN, di belakang Singapura, Malaysia, dan Thailand. 

 

CEO PT Jaya Swasembada Tbk, Hasan Aula menyatakan, acara TEKNOPOLIS 2017 merupakan wujud dari komitmen Erajaya Group sebagai salah satu distributor dan retailer mobile device terbesar Indonesia dalam hal pengembangan industri internet of things (IOT).

 

"Kami berharap TEKNOPOLIS mampu mendorong tumbuhnya industri internet of things di Indonesia serta masyarakat digital yang mengikuti perkembangan teknologi,” ungkap Hasan.

 

Sementara itu, Direktur BCA sebagai sponsor utama TEKNOPOLIS 2017, Santoso mengemukakan, BCA memiliki visi besar terhadap layanan perbankan berbasis teknologi, karenanya ajang pameran teknologi seperti TEKNOPOLIS ini sangat sesuai dengan visi BCA tersebut.

 

"Kami ingin memberikan kemudahan layanan transaksi perbankan yang lebih efektif dan efisien kepada tiap nasabah kami, dan di Teknopolis ini nasabah bisa secara langsung mengalami hal itu," ujar Santoso. (Albi Wahyudi)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X