Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

BPPT Optimis Inovasi Teknologinya Dapat Tingkatkan Produksi Garam

Tekno
31 Oct 2017
BPPT Optimis Inovasi Teknologinya Dapat Tingkatkan Produksi Garam

 

hariansuara.com, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) optimis, pengembangan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi garam dan mengatasi kelangkaan garam, akan  mampu memenuhi kebutuhan garam nasional. 

 

Kelangkaan pasokan garam yang sempat melanda negeri, membuat harga garam di sejumlah daerah melambung tinggi. Kebijakan Impor pun terpaksa dilakukan guna memenuhi kebutuhan negeri ini, meskipun pemerintah telah berupaya untuk menghindarkan impor garam di tahun mendatang.

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, bahwa BPPT telah mampu melakukan rekayasa teknologi untuk meningkatkan produksi garam.   Rekayasa teknologi yang dimaksud yakni produksi garam harus bisa dilakukan setiap saat dan tanpa mengenal musim. 

 

“Isu krisis garam nasional menjadi perhatian kami. Untuk meningkatkan produksi garam nasional dengan rekayasa teknologi ini memungkinkan untuk bisa dilakukan setiap saat. Jadi  produksi tak hanya dilakukan pada musim kemarau saja,” ucap Unggul dalam laman bppt di Jakarta, Selasa (31/10).

 

Seperti diketahui, curah hujan di sentra-sentra garam seperti Pantai Utara Jawa (Pantura), Pulau Madura, dan sebagainya masih cukup tinggi.  Dampaknya, panen garam terganggu dan kekurangan garam pun terjadi.

 

Untuk mengatasi masalah pasokan garam ini, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut bahwa pemanfaatan teknologi harus dapat membantu petani meningkatkan produksi maupun kualitas garam.

 

Hasil inovasi BPPT (teknologi garam) yang diuji coba di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menurut Menko Luhut, jika produksi garamnya bagus, akan diaplikasikan juga di Madura dan sentra-sentra garam lainnya.

 

"Kalau ada nanti langsung kita praktik, langsung kita bikin lahan garam satu di Kupang, kalau bagus langsung kita bikin lagi di Madura dan sebagainya," papar Luhut. 

 

Pihaknya yakin solusi teknologi BPPT bisa mengatasi masalah pasokan garam di Indonesia. Tak perlu impor lagi, bukan hanya untuk jangka pendek saja, tapi untuk jangka panjang.

 

"Dengan begitu, cost lebih rendah, tidak lagi terlalu berpengaruh dengan cuaca, produksi dapat kita angkat dan kita tidak impor lagi. Itu salah satu rekayasa dari BPPT," tegas Menko Luhut. 

 

Di tempat yang sama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Leburaya juga menyatakan, komitmennya untuk meningkatkan produktivitas garam di NTT. Untuk itu, dirinya juga meminta dukungan berbagai pihak demi mewujudkan cita Indonesia agar terbebas dari impor garam.

 

"Sudah saatnya industri garam dan petani garam kita di NTT lebih berdaya saing. Semoga dengan dukungan pemerintah pusat, hal ini dapat segera terwujud," pungkasnya. 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X