
hariansuara.com, Jakarta - BPPT ( Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) saat ini tengah mengkaji terap sistem pengisian baterai yang ideal untuk mobil listrik. Demikian tutur Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT, Hammam Riza, sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang berharap Indonesia mampu memiliki mobil listrik karya anak bangsa.
“Kami tengah fokus pada teknologi yang handal, terkait pengisian ulang baterai atau charging station mobil listrik. SPLU itu maksudnya seperti SPBU. Dan idealnya mobil listrik harus bisa di- charge selama satu sampai dua jam, lalu bisa digunakan menempuh perjalanan selama enam sampai tujuh jam.”
Mobil listrik yang ada saat ini dituturkan Hammam masih membutuhkan waktu untuk mengisi baterai selama lima jam. Itupun tambahnya hanya bisa digunakan untuk 5 jam pemakaian atau sekitar 300km, sebelum di re-charge.
"Kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV) yang ada saat ini, umumnya dapat menempuh perjalanan sejauh 200km. Menurut data, rerata perjalanan mobil listrik di Eropa sekitar 100km/hari," ujarnya dalam keterangan tertulis Humas BPPT dikutip hariansuara.com, Jumat, (24/11).
Untuk itu Hammam mengakui pihaknya terus berupaya untuk berkontribusi pada pengembangan teknologi stasiun pengisian listrik umum (SPLU), dan pengisian ulang secara cepat atau fast charging station (rapid charging points).
Lebih lanjut terkait stasiun pengisian listrik umum itupun, disebutkan Hammam bahwa BPPT juga berupaya agar SPLU dapat memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT). “Teknologi SPLU ini, kami inginkan juga dapat bersumber dari EBT, seperti tenaga angin, surya dan tenaga air. Ini akan lebih ramah lingkungan lagi,” jelasnya.
Hammam menuturkan bahwa peta jalan (road map) pengembangan mobil listrik nasional menunjukkan, Tahun 2025 Indonesia akan siap untuk produksi mobil listrik. Saat ini kita harus akselerasi terhadap kaji terap pembuatan mobil listrik nasional ini. Kita sudah tidak bicara prototype lagi. Jadi semua faktor harus diperhitungkan. Yang terpenting adalah komponen mobil listrik nanti, dapat di produksi oleh industri dalam negeri,” pungkasnya.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU