Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Wow, LIPI Rilis Kartu Ucapan Tahun Baru 2018 Sekecil Virus Polio

Tekno
02 Jan 2018
Wow, LIPI Rilis Kartu Ucapan Tahun Baru 2018 Sekecil Virus Polio

hariansuara.com, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Fisika di Laboratorium Focused Ion Beam (FIB) menciptakan dan merilis Kartu Ucapan Tahun Baru 2018 yang memiliki ukuran panjang yang tidak jauh berbeda, hanya berukuran 25 mikrometer atau sebesar virus polio yang merupakan jenis virus dengan ukuran terkecil.

Pembuatan kartu ucapan ini menggunakan metode proses ukiran (engraving) di atas material wafer silikon dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan dari tembakan ion galium yang difokuskan. Alat yang digunakan yaitu Dual- Beam FIB. Saat ini, teknologi Dual-Beam FIB yang dimiliki Puslit Fisika LIPI menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia.

"Kami bertekad untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ini adalah salah satu itikad kami para peneliti untuk memperkenalkan teknologi terbaru yang Indonesia miliki kepada masyarakat luas,” ungkap Dr. Eni Sugiarti, Peneliti dan pakar karakterisasi nano material Puslit Fisika LIPI dalam siaran pers LIPI.

Baca juga: LIPI: Kondisi Ekonomi 2018 akan Lebih Baik Dibandingkan Tahun Ini

 Kepala Puslit Fisika LIPI, Dr. Rike Yudianti juga menyatakan, fasilitas Dual-Beam FIB ini terbuka untuk masyarakat luas. "Semua kalangan boleh memanfaatkannya. Kita bisa riset bersama nanti. Boleh dari kalangan mahasiswa, dosen, peneliti swasta, industri, bahkan kalangan pelajar, semua bisa manfaatkan. Silahkan berkunjung dan kontak kami. Tidak hanya FIB, alat lain yang kami punya seperti TEM, SEM, XRD, BET, FTIR, dan yang lain-lain juga bisa dimanfaatkan," tuturnya.

Dual Beam FIB dilengkapi dengan empat detektor yang terdiri dari Secondary Electron, Back Scattered Electron, Energy Dispersive Spectroscopy (EDS), dan Electron Backscattered Diffraction (EBSD), serta dilengkapi pula omniprobe in-situ pick up system. Dengan keempat detektor beserta teknologi Schottky Field Emitter Gun (FEG) dan Galium Liquid Metal Ion source, (GIS) dengan material carbon, tungsten dan platina maka peralatan ini dapat berfungsi sebagai  Field Emission-Scanning Electron Microscopy (FE-SEM). Peralatan pendukung preparasi sampel mikroskop transmisi/Transmission Electron Microscopy (TEM).Nano patterning/Scanning Vector. Dua dimensi dan tiga dimensi gambar nanostruktur, EDS dan EBSD yang memungkinan pengambilan data kuantitatif menggunakan mode point, mapping dan line analysis untuk EDS serta proses tiga dimensi yang dapat direkam dalam bentuk video.

Baca juga: LIPI Gelar Open Ship Baruna Jaya VIII di Sail Sabang 2017

Dan Dilengkapi dengan cooling stage sehingga memungkinkan pengamatan sampel-sampel yangdbersifat non konduktif seperti beberapa aplikasi di bidang life sciences, polymer, dan sebagainya.

 "Dengan adanya teknologi ini, diharapkan kualitas penelitian di Indonesia terus meningkat dan tidak kalah dengan teknologi yang telah ada di negara-negara maju lainnya," pungkas Rike. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X