Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Gadis Remaja Ini Hebat Kembangkan Aplikasi untuk Bantu Penderita Alzheimer

Tekno
11 Feb 2018
Gadis Remaja Ini Hebat Kembangkan Aplikasi untuk Bantu Penderita Alzheimer

hariansuara.com, Jakarta - Setelah menyaksikan nenek tercintanya menjadi semakin pelupa selama beberapa tahun terakhir karena penyakit Alzheimer, Emma Yang yang berusia 14 tahun memutuskan untuk menggunakan keterampilan pengodeannya membantu membuat perbedaan.

Yang, yang neneknya mulai menunjukkan gejala penyakit neurodegeneratif kronis saat ia berusia 7 atau 8 tahun, memutuskan membuat aplikasi untuknya segera setelah dia mengetahui bagaimana cara membuatnya. 

"Saya memiliki pengalaman pribadi dengan  penyakit ini. Tidak hanya dapat memengaruhi pasien, tapi juga keluarga dan teman," kata Yang kepada Fast Company. 

"Ketika saya berusia sekitar 11 atau 12 tahun, saya tertarik untuk menggunakan teknologi untuk kebaikan sosial dan membantu orang lain di seluruh dunia."

Dia saat ini mengutak-atik "Timeless", aplikasi yang memungkinkan pasien Alzheimer menelusuri foto orang yang dicintai. Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, aplikasi ini juga dapat memberi tahu pengguna siapa dirinya dan bagaimana kaitannya. 

Jika pasien gagal mengenali seseorang di dalam ruangan, aplikasi dapat memotret dan mencoba mengidentifikasinya secara otomatis. "Saya melihat banyak hal tentang bagaimana AI dan pengenalan wajah benar-benar berkembang dan diterapkan di lebih banyak bidang, terutama perawatan kesehatan," tutur Yang.

Mentornya di perusahaan teknologi Kairos membantu menggabungkan perangkat lunak pengenal wajah milik mereka di aplikasinya. Dia juga belajar kode untuk iPhone pertama kalinya agar dia bisa membawa teknologi ke sebanyak mungkin pengguna.

Aplikasi ini dilengkapi dengan layar pengingat yang mencantumkan janji temu harian, layar kontak sederhana yang menampilkan nama dan foto anggota keluarga, dan halaman "saya" yang menunjukkan rincian tentang pasien seperti namanya sendiri, usia, telepon nomor, dan alamat. 

Aplikasi ini juga mengingatkan penggunanya jika mereka mencoba menghubungi kontak berulang kali, yang terkadang terjadi pada pasien Alzheimer. Misalnya, pemberitahuan akan berkedip, dan berkata, "Anda yakin ingin menelepon? Anda baru saja menelepon kurang dari lima menit yang lalu." 

Beberapa bagian dan fitur aplikasi dimaksudkan untuk digunakan oleh pengasuh pasien. Fitur-fitur ini mencakup penempatan acara pada kalender harian, dan mengisi kumpulan foto yang dapat digunakan algoritma pengenalan wajah untuk belajar mengenali orang yang dicintai pasien.

Yang meyakini aplikasinya akan sangat bermanfaat, terutama bagi pasien yang berada pada tahap awal penyakit. "Tidak ada aplikasi di pasaran yang benar-benar membantu pasien Alzheimer dengan kehidupan sehari-hari mereka," jelasnya.

"Sering kali orang berpikir bahwa itu tidak akan membantu, atau orang tua tidak dapat benar-benar menggunakan teknologi, namun kenyataannya, jika Anda secara strategis mengenalkannya kepada mereka, itu sebenarnya adalah sebuah kemungkinan dan benar-benar dapat memberi manfaat bagi kehidupan mereka." 

Aplikasi Yang masih dalam pengembangan dan saat ini dia mengumpulkan dana melalui kampanye crowdsourcing. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X