Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

HIMKI Menolak Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

Ekonomi & Bisnis
12 Mar 2018
HIMKI Menolak Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

hariansuara.com, Jakarta - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan lndonesia (HIMKI) kembali menegaskan sikap penolakan keras terkait wacana pembukaan keran ekspor kayu log dan bahan baku rotan.

Menurut HIMKI apabila hal ini dibiarkan maka bahan baku kayu dan rotan  Indonesia itu bakal habis tanpa bisa dinikmati oleh para pelaku industri furnitur dan kerajinan lokal. Dan tentunya, pihak yang paling diuntungkan dari ekpor bahan baku ini adalah pelaku industri di luar negeri sebab bisa mendapatkan bahan mentah dengan harga murah lalu menjualnya dengan harga tinggi.

”Industri furnitur dan kerajinan kita masih dalam tahap recovery. Adanya wacana ekspor bahan mentah ini bisa membuat industri kita berantakan. Oleh karena itu, HIMKI menolak dengan tegas wacana untuk membuka kembali ekspor log dan bahan baku rotan,” tegas Sekretaris Jenderal HIMKI, Abdul Sobur  dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/3).

Kelangkaan bahan baku di industri furnitur dan kerajinan pernah terjadi karena kebijakan ekspor di masa lalu. Akibatnya, para pengusaha industri rotan di Jepara, Banten, Lampung, Palembang, sentra industri rotan di Surabaya, dan beberapa sentra industri mebel lain kesulitan memperoleh bahan baku. Bahkan kebijakan tersebut telah menghapus Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, dari peta sentra industri mebel dan kerajinan rotan nasional.

Kebijakan pembukaan keran ekspor log dan bahan baku rotan, menurut Sobur, hanya akan menguntungkan negara-negara importir yang telah lama menunggu kebijakan itu untuk memenuhi pasokan bahan baku industri mereka. Hal inilah yang membuat Tiongkok dan Vietnam mampu tampil lebih dominan dan bisa menjual produk barangjadi rotan dengan harga yang lebih murah, karena juga mendapatkan bahan mentah tersebut dari Indonesia dengan harga murah.

HIMKI meminta pemerintah menghapus wacana ekspor bahan baku log dan rotan karena bisa menggerus permintaan ekspor mebel dan kerajinan dan merusak iklim industri dalam negeri.

Potensi pindahnya permintaan produk mebel dan kerajinan ke negara lain bahkan sudah mulai terlihat sejak wacana tersebut digulirkan kembali dan menimbulkan sentimen negatif pada industri mebel dan kerajinan Indonesia. Negara sasaran ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia mulai meragukan stabilitas produksi mebel dan kerajinan domestik, sehingga memikirkan untuk beralih ke negara kompetitor.

"Pemerintah kami harap bisa konsisten mendorong ekspor produk barang jadi kayu dan rotan serta melarang ekspor kayu dan rotan dalam bentuk bahan baku untuk meredam keresahan para pelaku usaha yang bergerak di bidang barang jadi. Jika terjadi ekspor log, kita seperti kembali ke zaman VOC” ungkap Abdul Sobur.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X