Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Industri Fesyen Muslim di Indonesia Tumbuh Signifikan

Ekonomi & Bisnis
14 Dec 2018
Industri Fesyen Muslim di Indonesia Tumbuh Signifikan

hariansuara.com, Jakarta -  Peluang pasar domestik industri fesyen muslim Indonesia mencapai 20 milyar dollar AS, menguasai 1,9% pasar fesyen dunia dengan nilai ekspor 13,29 milyar dollar AS, dan termasuk 5 besar negara OKI eksportir fesyen muslim. 

Demikian tutur Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih, Jumat, (14/12), di Jakarta. Gati melanjutkan, hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan yang harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air, sehingga dapat meningkatkan kontribusi sektor fesyen muslim bagi PDB nasional.

Gati mengatakan saat ini Industri fesyen muslim di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan rata-rata konsumsi fesyen Indonesia 18,2% per tahun.

 “Satu hal yang membanggakan bagi kita bersama adalah peningkatan prestasi Indonesia di dunia internasional yang sangat signifikan. The State of Global Islamic Economy Report 2017/2018 mencatat Indonesia sebagai runner up negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik setelah Uni Emirat Arab. Padahal pada laporan tahun sebelumnya, Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar. Hal ini menunjukkan bahwa selangkah lagi Indonesia dapat berada pada urutan pertama dan menjadi kiblat fesyen muslim dunia.”, jelasnya.

Selanjutnya Gati menjelaskan bahwa market size fesyen muslim terbesar adalah negara-negara OKI yaitu mencapai US$ 191 miliar, sementara Indonesia baru mengisi US$ 366 juta. 

“Hal ini menunjukkan bahwa kita harus bekerja keras untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara OKI sehingga paling tidak kita mampu menguasai 30% nya.” paparnya.

 Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen IKM memfasilitasi para desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC) di kegiatan Fashion Show "La Mode Sur La Seine à Paris yang diselenggarakan pada tanggal 1 Desember 2018 di kota Paris Perancis yang berhasil menggaungkan busana muslim karya desainer Indonesia dan menjadi sorotan global dengan dihadiri oleh 400 peserta dari mancanegara, antara lain Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia. 

“Jadi, target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan ini adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional khususnya fesyen muslim di pasar Eropa dan negara-negara OKI,” imbuhnya.

Kementerian Perindustrian dalam perhelatan ini juga meluncurkan International Muslim Fashion Festival, yaitu pameran fesyen muslim yang akan dilaksanakan tahun 2019 dengan konsep pameran business to business (B to B) yang dihadiri oleh sekitar 250 undangan yang merupakan buyer potensial berasal dari berbagai negara seperti Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris dan Rusia. Selain itu pada event ini juga akan dilaksanakan international conference, fashion show, dan talkshow.

  “Partisipasi kami pada event La Mode Sur La Seine à Paris ini juga adalah upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi industri fesyen muslim di Indonesia ke pasar dunia. Khususnya ke pasar fesyen Eropa yang memiliki berbagai pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan kota-kota lainnya di Eropa hingga semakin bisa mendekatkan kita untuk mewujudkan target menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.” jelasnya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X