Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

IFEX Hadirkan Craftnation sebagai Medium Terkini bagi Pengrajin Indonesia

Ekonomi & Bisnis
18 Jan 2019
IFEX Hadirkan Craftnation sebagai Medium Terkini bagi Pengrajin Indonesia

hariansuara.com, Jakarta - Nilai ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia ditargetkan mencapai US$3 miliar pada tahun ini. Para pelaku industri yang tergabung dalam Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) cukup yakin target ini bisa terpenuhi. Pasalnya, pada kuartal ketiga 2018, nilai ekspor industri ini telah mencapai US$2,5 miliar.

Untuk semakin mendorong kemajuan industri ini para perajin furnitur dan craft lokal, pada gelaran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2019, HIMKI bekerjasama dengan Dyandra Promosindo akan menghadirkan program baru yang diberi nama Craftnation. IFEX 2019 akan digelar pada 11 – 14 Maret 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Craftnation sendiri merupakan sebuah area khusus untuk kerajinan (craft) seluas 700 m² di Gedung Pusat Niaga, JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

“Craftnation merupakan inovasi terkini yang kami hadirkan untuk memberikan warna baru pada pameran IFEX 2019. Di sini para perajin bisa menampilkan karya-karya terbaik mereka kepada pengunjung dari seluruh dunia,” ujar Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto.

Sejak pertama kali diselenggarakan, IFEX telah menjadi barometer perkembangan industri mebel dan kerajinan di Indonesia dan menjadi rujukan para pemain industri dunia. Dari tahun ke tahun minat peserta dan pengunjung terus meningkat. Pada penyelenggaraan tahun 2016, IFEX berhasil menarik sebanyak 9 ribu pengunjung, pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 11 ribu pengunjung dan tahun 2018 mencapai 12 ribu pengunjung yang terdiri dari pengunjung dalam maupun luar negeri.

“Buyers luar negeri memberikan respon yang sangat positif terhadap IFEX dan ini merupakan potensi yang harus kita jaga. Selain Craftnation, kami akan menghadirkan berbagai produk dan program unggulan lain untuk menunjukkan kualitas produk mebel dan kerajinan Indonesia,” tegas Soenoto.

Di era industri 4.0 dimana pemanfaatan Internet sudah sedemikian masif, industri mebel dan kerajinan juga dituntut untuk menerapkan internet dan bergerak ke arah digital. 

Para pelaku industri tanah air sudah mulai melakukan hal ini dengan membuat laman website dan aktif di berbagai platform sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain

“Saat ini penggunaan teknologi menjadi hal yang mutlak dalam berbagai industri termasuk industri furnitur dan craft. Pemanfaatan teknologi di industri ini tidak saja dilakukan di pabrik atau pusat kerajinan tetapi juga di tingkat manajemen untuk mempermudah interaksi antara produsen dan konsumen. Ke depan saya rasa pemanfaatan internet akan terus berkembang dan ikut menjadi bagian penting dari pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia,” pungkas Ir. Soenoto, Ketua Umum HIMKI. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X