Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Sejak Awal 2019 Daya Beli Petani Terus Menurun

Ekonomi & Bisnis
27 May 2019
Sejak Awal 2019 Daya Beli Petani Terus Menurun

hariansuara.com, Jakarta - Daily Economic Review Bank Mandiri mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional April 2019 sebesar 102,23 atau turun 0,49% (mom) dibanding NTP bulan sebelumnya sebesar 102,27.

 NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. 

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan NTP dikarenakan meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih rendah dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Secara nasional, It naik sebesar 0,12% dibanding It Maret 2019, yaitu dari 138,23 menjadi 138,40. Sedangkan, Ib naik sebesar 0,61% bila dibanding Ib Maret 2019, yaitu dari 134,56 menjadi 135,38. Indeks harga hasil produksi pertanian yang merupakan komponen dari It mengalami kenaikan yang lebih rendah daripada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," tulis Daily Economic Review Bank Mandiri dikutip hariansuara.com, Senin, (27/5/2019).

Penurunan NTP April 2019 dipengaruhi oleh penurunan NTP di empat subsektor pertanian. NTP Subsektor Tanaman Pangan tercatat turun sebesar 1,21%, dimana penurunan indeks terjadi pada kelompok padi (khususnya komoditas gabah) sebesar 1,09%, sedangkan kelompok palawija (khususnya komoditas jagung) mengalami kenaikan indeks sebesar 0,68%. Kemudian, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menurun sebesar 0,48%, dimana It naik hanya sebesar 0,10% (komoditas kelapa dan karet), lebih kecil dari kenaikan Ib sebesar 0,59% (mayoritas kelompok KRT dan BPPBM). 

Di Subsektor Peternakan NTP turun sebesar 0,34%, dimana It mengalami kenaikan sebesar 0,13% (kelompok ternak kecil, unggas dan hasil ternak), lebih kecil dari kenaikan Ib sebesar 0,47% (kelompok KRT dan BPPBM). Terakhir, Subsektor Perikanan turun sebesar 0,41%, dimana It naik sebesar 0,10%, lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan Ib sebesar 0,52%. Sementara itu, Subsektor Tanaman Hortikultura adalah satu-satunya subsektor yang mengalami kenaikan NTP sebesar 0,60%.

Dari 33 provinsi sebanyak 22 provinsi mengalami penurunan NTP dan 11 provinsi mengalami kenaikan NTP. Penurunan NTP tertinggi pada April 2019 terjadi di Provinsi Gorontalo, yaitu sebesar 1,60%, sebaliknya kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Barat, yaitu sebesar 1,39%. 

Di sisi inflasi, secara nasional terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,81% yang disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun indeks konsumsi rumah tangga (IKRT), dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,73%. Selama April 2019, harga gabah kering panen di tingkat petani sebesar IDR4.357 per kg atau turun 5,37% (mom) dan harga beras medium di penggilingan IDR9.144 atau turun 4,30% (mom). Hal ini terkait dengan masuknya masa musim panen raya. Dari 2.431 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi selama April 2019, tercatat kontribusi transaksi gabah kering panen (GKP) 70,13%, gabah kering giling (GKG) 10,74%, dan gabah kualitas rendah 19,13%.

Sejak awal 2019, tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar petani di pedesaan terus menurun. Penurunan ini merupakan yang keempat kalinya secara berturut-turut sejak awal 2019. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X