Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

16 Pendiri Startup Indonesia Lulus Program eFounders Fellowship Alibaba Business School-UNCTAD

Ekonomi & Bisnis
13 Jun 2019
16 Pendiri Startup Indonesia Lulus Program eFounders Fellowship Alibaba Business School-UNCTAD

hariansuara.com, Jakarta - 48 pendiri startup dari enam negara Asia Tenggara, 16 diantaranya dari Indonesia, menuntaskan program eFounders Fellowship angkatan ke-6 yang digelar Alibaba Business School dan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di kantor pusat Alibaba Group di Hangzhou, Tiongkok, tanggal 2-12 Juni 2019.

Jack Ma, pendiri dan Executive Chairman Alibaba Group, sebagai Penasehat Khusus UNCTAD untuk Pengusaha Muda dan Usaha Kecil berkomitmen untuk memberdayakan 1000 pengusaha dari negara-negara berkembang agar memanfaatkan ekonomi digital untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif. 

“eFounders Fellowship bertujuan untuk menginspirasi pengusaha muda dari negara-negara berkembang untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di negara mereka masing-masing. Kami juga berharap mereka bisa menyebarkan dampak positif ekosistem digital kepada usaha kecil dan menengah (UKM), pengusaha, dan kelompok-kelompok yang sering terpinggirkan dari kegiatan ekonomi,” kata Brian Wong, Wakil Presiden Alibaba Group, yang mengepalai program Global Initiatives Alibaba.

Para eFounders fellows - sebutan mereka yang telah lulus program - dari angkatan ke-6 ini berasal dari lima industri yang berbeda, yaitu e-commerce, fintech, pariwisata, logistik, dan big data. Secara akumulatif, para eFounders fellows angkatan ke-6 ini telah menciptakan lebih dari 2.700 lapangan kerja, menghasilkan pendapatan total Rp 5,6 triliun (USD 400 juta), dan melayani lebih dari tujuh juta brand bisnis dan konsumen di berbagai negara.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah perwakilan tertinggi di angkatan ke-6 dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Perwakilan Indonesia mayoritas berasal dari industri e-commerce: Aditya Minarto (Ralali.com), Casper Sermsuksan (Kulina.id), Chrisanti Indiana (Sociolla.com), Frans Yuwono (Asiacommerce.id), Rico Satria Chandra (Plazakamera.com), Jeff Budiman (20Fit/The Fit Company), Johannes Ardianto (Lemonilo). Ada tiga founders dari industri fintech: Ananto Wibisono (Alterra), Suwandi Soh (Mekari), Vikra Ijas (Kitabisa.com); satu dari logistik: Andree Susanto (Waresix); empat dari industri big data: Archie Carlson (Stickearn), Benz Budiman (Pomona), Irzan Raditya (Kata.ai), Winzendy Tedja (Yuna & Co); dan satu peserta dari industri pariwisata: Ali Sadikin (Marlin Booking).

Mereka dan para peserta dari negara lainnya mengikuti pelatihan 12 hari menggunakan ekosistem Alibaba sebagai model studi untuk mendapatkan wawasan tentang faktor-faktor kesuksesan dan tantangan utama dari kisah pertumbuhan Alibaba Group. Adanya sesi kuliah dan kunjungan lapangan memberi mereka pemahaman yang lebih dalam tentang ekosistem ekonomi digital di Tiongkok dan bagaimana mereka dapat menerapkan ide-ide ini ke dalam bisnis mereka sendiri, sehingga memungkinkan dampak yang lebih besar di negara asal mereka.

Dengan mensinergikan rencana bisnis mereka terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG), para pengusaha juga bisa mengembangkan rasa tanggung jawab sosial.

Menurut Brian Wong, setelah lulus, program ini dilanjutkan dengan komitmen selama dua tahun bagi para eFounders fellows untuk menerapkan pembelajaran ini dengan menciptakan dampak positif bagi komunitas mereka. Pada saat yang sama, mereka juga menjadi bagian dari komunitas global yang saling mendukung, menguatkan dan menjajaki berbagai kolaborasi regional dan global.

“Program ini adalah bagian dari upaya kami agar proses digitalisasi bisa mendukung pembangunan negara. Setelah menyelesaikan program ini, para peserta akan menciptakan lingkungan e-commerce yang inklusif. Di tingkat nasional, mereka bisa berperan sebagai inisiator yang memasukkan poin-poin SDG dalam rencana bisnis mereka, dan menyebarkan ilmu-ilmu yang mereka pelajari sebagai eFounders Fellows,” kata Arlette Verploegh, Koordinator Program eFounders Fellowship di UNCTAD.(*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X