Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Penjualan Jet Commerce Meningkat Hampir Sembilan Kali Lipat pada Ramadhan 2019

Ekonomi & Bisnis
24 Jun 2019
Penjualan Jet Commerce Meningkat Hampir Sembilan Kali Lipat pada Ramadhan 2019

hariansuara.com, Jakarta - Jet Commerce mencatat hampir sembilan kali lipat peningkatan penjualan sepanjang Ramadhan 2019 dibandingkan Ramadhan tahun lalu. 

Selain peningkatan secara keseluruhan, Jet Commerce bersama mitra brand juga mencetak sejumlah rekor penjualan terbaru. Di kategori produk elektronik, 4.000 unit Realme C2 terjual hanya dalam empat menit pada Ramadan Gokil Sale 22 Mei di Lazada dan menjadi smartphone terlaris selama Ramadhan di Shopee. Adapun di kategori health & beauty, penjualan online brand kosmetik Y.O.U selama Ramadhan meningkat tiga setengah kali lipat dari penjualan di bulan sebelumnya.

“Pencapaian ini merupakan buah dari strategi pemasaran digital yang tepat serta upaya dalam mengantisipasi lonjakan pesanan dari jauh hari melalui persiapan operasional fulfillment center dan pengerahan tim customer service yang handal dan profesional,” ujar Oliver Yang, Chief Executive Officer Jet Commerce. “Semangat kami untuk mendukung tumbuh kembangnya bisnis e-commerce mitra brand akan selalu menjadi dasar utama kekuatan kami.”

Di samping itu, Jet Commerce juga memperoleh beberapa insight atau pembelajaran menarik dari perubahan perilaku konsumen selama Ramadhan. Tercatat konsumen paling aktif berbelanja online di hari kerja, namun setiap brand memiliki waktu belanja tersibuk masing-masing. Elektronik menjadi kategori produk dengan jumlah pesanan terbanyak diikuti oleh kategori health & beauty dan mom & baby.

Setiap tahunnya pola konsumsi pada bulan Ramadhan hingga Lebaran memang selalu meningkat, terutama penjualan makanan dan pakaian, tidak terkecuali produk kecantikan. 

Dickson Leo, Senior Brand Manager Y.O.U Makeup mengungkap bagaimana internet dan e-commerce memberikan pembaruan kepada industri kecantikan. Salah satunya adalah bertumbuhnya komunitas kecantikan berbasis online serta pembuat konten atau beauty influencer yang kian marak bermunculan di ranah digital. “Kehadiran beauty influencer memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap industri yang kami geluti dengan cara yang sepenuhnya baru,” ungkap Dickson Leo. 

Perubahan besar selanjutnya, yakni terkait pola belanja konsumen melalui e-commerce yang memungkinkan mereka untuk belanja kapan saja dan di mana saja. Ia memaparkan, dengan menampilkan testimoni, ulasan, video tutorial, dan sebagainya, memungkinkan konsumen untuk mengambil keputusan pembelian. Konsumen tidak perlu lagi mengunjungi toko untuk mempelajari cara terbaik menggunakan produk atau menciptakan tampilan baru. Mereka dapat belajar dengan menonton video tutorial di rumah sambil menggunakannya. 

Kemudian, sambungnya, penerapan strategi multi-channel yang lebih personal. Menurutnya, setiap segmentasi konsumen memiliki preferensi masing-masing dalam menilai dan memilih platform e-commerce. “Ini bukan soal seberapa banyak channel pemasaran yang digunakan, tetapi tentang memberikan konsumen pilihan untuk berbelanja di channel mana pun yang mereka sukai dan kemudian menaruh perhatian besar pada channel yang terbukti paling menguntungkan,” ujar Dickson Leo. 

Lebih jauh lagi, Dickson Leo juga memahami bahwa kendati banyak perubahan dalam industri, masih ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk tetap berada di garis terdepan dari perkembangan ini.

“Menjalankan official online store yang sukses membutuhkan strategi dan perencanaan dengan eksekusi sebaik-baiknya. Kemitraan strategis yang kami jalin bersama dengan Jet Commerce adalah bentuk komitmen Y.O.U untuk serius merambah pasar online dan memberikan pengalaman belanja terbaik kepada konsumen,” tutur Dickson Leo. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X