
hariansuara.com, Jakarta - Schneider Electric mengumumkan penetapan pabrik pintarnya di Batam sebagai Proyek Percontohan (Lighthouse) Revolusi Industri 4.0 oleh World Economic Forum di sela-sela kegiatan 13thAnnual Meeting of the New Champions(AMNC). Pabrik Batam merupakan pabrik ketiga Schneider Electric yang memperoleh pengakuan, setelah sebelumnya pabrik Le Vaudreuil di Perancis dan pabrik Wuhan di China ditetapkan sebagai Lighthouse dan Developing Lighthouse pada 2018 lalu.
Pabrik di Batam telah menerapkan berbagai teknologi Industrial Internet of Things(IIoT) yang mencakup sensor pintar, alarm prediction management, site benchmarking, dan augmented realityyang memberikan visibilitas yang lebih baik bagi staf operasional terkait kegiatan produksi, perawatan mesin, dan penggunaan energi.
Selain itu, pabrik Batam juga memanfaatkan konvergensi IT / OT yang mengimplementasikan teknologi digital seperti manajemen perencanaan dan penjadwalan yang dapat memberikan informasi secara menyeluruh terkait permintaan, memungkinkan koordinasi yang lebih baik dengan seluruh mitra, dan meningkatkan keterlibatan semua pekerja, dan pada akhirnya meningkatkan ketepatan waktu pengiriman hingga 40 persen.
Dengan integrasi big data, cloud, dan teknologi IIoT, pabrik Batam membuka jalan bagi organisasi di Asia untuk memulai perjalanan transformasi digitalnya agar lebih hemat energi dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Yin Zheng, China President and Executive Vice President, Schneider Electric, bergabung dalam sesi khusus di AMNC untuk membahas manfaat dari forum global Lighthousedi era globalisasi ini. Menurut forum tersebut, Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam adalah cerminan dari kesuksesan Schneider Electric dalam mengadopsi teknologi Revolusi Industri 4.0 pada skala global dan dengan dampak bisnis yang telah dicapai perusahaan hingga saat ini. Menjadi bagian dari jaringan global Lighthouseberarti Schneider Electric akan dapat berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dengan sesama pelaku usaha dan terlibat dalam bentuk kolaborasi baru, seperti yang telah dilakukannya dengan Program Pabrik Pintarnya.
Hingga saat ini, Schneider Electric telah meluncurkan sembilan Pabrik Pintar di Amerika Serikat, Meksiko, China, Perancis, India, Indonesia, dan Filipina. Kesembilan pabrik pintar ini merupakan proyek utama strategi transformasi digital Schneider Electric Tailored Sustainable Connected 4.0untuk keseluruhan rantai pasok. Perusahaan memanfaatkan platform dan arsitektur EcoStruxure yang mengintegrasikan seluruh operasional rantai pasoknya dan memberikan visibilitas secara menyeluruh (end-to-end) untuk meningkatkan kinerja operasional.
“Kami memahami betul nilai tambah yang diberikan oleh teknologi IIoT dan dampak positif yang dapat diperoleh dari inovasi dan digitalisasi terhadap kegiatan operasional kami - khususnya rantai pasok dalam skala global. Kami dapat berbagi pengalaman kepada pelanggan dengan memperlihatkan secara langsung bagaimana solusi EcoStruxure memberikan manfaat terhadap kegiatan operasional kami,” ungkapMourad Tamoud, Executive Vice President, Global Supply Chain, Schneider Electric.
“Melalui pabrik pintar ini, kami dapat mendemonstrasikan nilai tambah yang diperoleh secara real time, menunjukkan solusi yang diterapkan secara langsung, dan berbagi manfaat nyata yang didapatkan dari investasi solusi IIoT kami sendiri yang merupakan bagian dari strategi percepatan transformasi digital Tailored Sustainable Connected 4.0di seluruh rantai pasok kami."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU