Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Pengentasan Kemiskinan Hanya 52,4 % dari Target, INDEF Desak Pemerintah Seksama Susun RPJMN

Ekonomi & Bisnis
16 Jul 2019
Pengentasan Kemiskinan Hanya 52,4 % dari Target, INDEF Desak Pemerintah Seksama Susun RPJMN

hariansuara.com, Jakarta - BPS pada hari Senin, 15 Juli telah mengumumkan data yang menunjukkan bahwa pada Maret 2019 terdapat 9,41 % (25,14 juta orang) yang masih berada dibawah garis kemiskinan absolut. Pada September 2014, tepat sebulan sebelum Jokowi dilantik menjadi presiden, tingkat kemiskinan adalah 10,96 % yang berarti dalam 4,5 tahun masa kepemimpinannya terjadi penurunan kemiskinan absolut sebesar 1,55 %.

Berly Martawardaya, Direktur Riset INDEF, mengapresiasi berlanjutnya penurunan kemiskinan di era Jokowi sambil membandingkan dengan periode sebelumnya.  Pada tahun 2009 yang merupakan tahun pertama SBY periode II, kemiskinan hanya di survey setahun sekali pada bulan Maret namun data September 2014 dapat di estimasi dari data kemiskinan Maret 2014 dan 2015. Ditemukan bahwa pada 4,5 tahun SBY jilid 2 tersebut terjadi penurunan kemiskinan dari  13,74 % ke 11,25 % alias 2,49 % yang berarti 1,6x lipat-nya pencapaian Jokowi Jilid 1.

Berly mengajak masyarakat membuka kembali RPJMN 2015-2019 yang disusun pemerintah Jokowi dimana tertulis tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke 7-8 % di 2019 alias penurunan kemiskinan sebesar 2,96-3,96 %. Bahkan dengan mengambil batas atas target di 8 % dan masih ada waktu 6 bulan lagi sampai data September 2019 keluar, pengentasan kemiskinan selama 4,5 tahun di Jokowi jilid 1 hanya tercapai 52,4 % dari target.

Dosen FEB-UI ini mengakui bahwa memang menurunkan kemiskinan setelah menembus satu digit lebih sulit dibanding ketika masih belasan persen dan perlu terobosan baru.

Berly menghimbau supaya pemerintah mengambil pelajaran dari rendahnya pencapaian pengentasan kemiskinan selama 2014-2019 supaya penyusunan target kemiskinan di RPJMN 2019-2024 dilakukan dengan hati-hati dan realistis walaupun bukan berarti pesimis.

Masih adanya 8 provinsi dengan tingkat kemiskinan absolut melebihi 1,5x kemiskinan nasional alias 14,12 % yaitu Aceh (15,3 %), Bengkulu (15,2 %), NTB (14,6 %), NTT (21,1 %), Gorontalo (15,5 %), Maluku (17,7 %), Papua (22,2 %) dan Papua Barat (27,5 %) merupakan pekerjaan rumah penting dan harus jadi prioritas kerja pemerintah yg membutuhkan langkah2 sigap, inovatif dan komprehensif.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X