Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Reforma Agraria Harus Jadi Fondasi Ekonomi untuk Pengentasan Kemiskinan

Ekonomi & Bisnis
26 Jul 2019
Reforma Agraria Harus Jadi Fondasi Ekonomi untuk Pengentasan Kemiskinan

hariansuara.com, Jakarta -  Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Berita Resmi Statistik yang diterbitkan pada 15 Juli 2019 lalu menyebutkan penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen atau sebanyak 25,41 juta orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,80 juta orang atau 0,41 persen jika dibandingkan pada Maret 2018. Persentase kemiskinan ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih melihat penurunan persentase kemiskinan di Indonesia merupakan hal yang perlu diapresiasi. Hanya saja perlu dilihat sejauh mana kontribusi dari faktor-faktor yang menyebabkan penurunan persentase kemiskinan tersebut.

“Turunnya persentase angka kemiskinan tersebut kan juga disebabkan oleh faktor program sosial dari pemerintah. Ini yang harus diperhatikan karena akan membuat beban negara semakin besar, baik itu sekarang maupun di masa yang akan datang,” tuturnya

“Sayangnya BPS belum menyajikan analisis sejauh mana besaran persentase dari masing-masing faktor, khususnya persentase dari bantuan sosial pemerintah terhadap persentase penurunan kemiskinan di Indonesia” lanjut Henry.

Henry melanjutkan, pemerintah dalam hal ini harus lebih berfokus pada pelaksanaan kebijakan-kebijakan maupun program-program yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang baru dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat miskin.

“Karena itu pemerintah harus lebih mempercepat dan memperluas lagi capaian distribusi pemilikan dan penguasaan tanah melalui program reforma agraria dan perhutanan sosial yang sudah dilaksanakan. Demikian juga dengan program di bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dan tumbuhnya koperasi serta usaha kecil dan menengah di perdesaan. Dengan itu diharapkan bisa meningkatkan nilai tukar petani (NTP),” paparnya

Henry menambahkan reforma agraria dan perhutanan sosial akan menjadi fondasi ekonomi untuk mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan baru di perdesaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi kesenjangan dan ketergantungan ekonomi dan akhirnya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X