Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Perkembangan Startup di Indonesia Tidak Direspon Pemerintah dengan Tepat

Ekonomi & Bisnis
06 Aug 2019
Perkembangan Startup di Indonesia Tidak Direspon Pemerintah dengan Tepat

hariansuara.com, Jakarta - Peneliti INDEF Aryo Dharma Pahla Irhamna menilai, sejak 2014 pemerintah memang sangat memperhatikan kemudahan investasi, hal tersebut terlihat dari berbagai paket kebijakan ekonomi yang didominasi untuk menarik investasi asing. Dan dampaknya ease of doing business Indonesia mengalami perbaikan, namun ironisnya tidak diikuti dengan peningkatan realisasi investasi asing.

"Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan realisasi investasi 2015-2018 hanya 3 persen. Padahal periode sebelumnya 2010-2013 tumbuh 76 persen, 2005-2008 tumbuh 95 persen.  Di sisi lain, banyak investasi yang masuk tidak berkualitas, mayoritas investasi yang masuk ke Indonesia didominasi oleh perusahaan yang market-seeking dan resource-seeking," tuturnya dalam Diskusi Online INDEF "Polemik Investasi Asing di Start Up Unicorn", Minggu (4/8/2019).

Hal tersebut selain karena (by nature) jumlah populasi Indonesia dan ketersediaan  sumber daya alam. Di sisi lain, juga didorong juga oleh cara pemerintah (BKPM) melakukan promosi investasi yang mempromosikan Indonesia sebagai negara dengan populasi yang banyak dan ketersediaan SDA.

Dampaknya banyak investasi asing di Indonesia yang masuk justru menambah barang impor, sebab praktik investasi nya lebih didominasi untuk "membuka toko" di dalam negeri bukan melakukan produksi dan ekspor.

Sehingga yang perlu didorong oleh pemerintah adalah menarik efficiency-seeking investor yang motivasi investasinya untuk membangun jaringan produksi industri yang export-oriented. Sehingga kualitas investasi memiliki dampak tidak hanya terhadap penyerapan tenaga kerja tetapi juga pertumbuhan industri dan kinerja ekspor.

Contoh jenis investasi tersebut yang sedang tren ialah investasi asing di startup. Maraknya investasi asing terhadap startup lokal atau ekspansi startup global di Indonesia disebabkan oleh market-size Indonesia yang besar. Sayangnya tren perkembangan startup di Indonesia tidak direspon oleh pemerintah dengan tepat. Sehingga banyak platform e-commerce didominasi oleh barang impor.

"Ironisnya, startup lokal yang dibanggakan oleh pemerintah, nyatanya mayoritas sahamnya sudah dimiliki asing. Sekalipun masih ada yang didominasi oleh investor dalam negeri, namun saya yakin cepat atau lambat akan dikuasai oleh investor asing," kata Aryo.

Mengapa saham startup lokal banyak dimiliki oleh asing? selain aspek market-size yang besar, juga disebabkan oleh sumber pembiayaan investasi pada startup berasal dari venture capital (bukan sumber pembiayaan konvensional, seperti bank). Sedangkan venture capital belum berkembang pesat di Indonesia. Sehingga banyak startup lokal mendapatkan pembiayaan dari asing.

"Oleh sebab itu, dalam merespon kepemilikan asing di startup, Pemerintah dan otoritas perlu mendorong perusahaan venture capital dalam negeri agar berkembang sehingga dapat mendukung investasi startup lokal," pungkasnya. (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X