Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Begini Tips Terhindar Dari Notaris Gadungan

Ekonomi & Bisnis
17 Aug 2019
Begini Tips Terhindar Dari Notaris Gadungan

hariansuara.com, Jakarta - Keberadaan notaris gadungan atau anak-abal sungguh meresahkan. Selain merugikan masyarakat juga mencoreng profesi Notaris/PPAT. 

Awal Agustus empat orang pria yang tergabung sebagai sindikat penipu pura-pura menjadi notaris ditangkap polisi. Korbannya adalah pemilik rumah mewah yang mau menjual rumah mewah mereka. Pelaku D, R, S, dan A pura-pura jadi notaris membeli rumah korban untuk menukarkan sertifikat asli korban dengan yang palsu. Setelah sertifikat asli didapat, sertifikat kemudian digadai guna mencairkan uang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua IKANOT Undip Otty Hari Chandra Ubayani, S.H., Sp.N., M.H., mengatakan aksi notaris gadungan itu jelas merusak citra Notaris/PPAT. Dan masyakarat diharapkan sebelum memilih notaris ada baiknya cermat, teliti dan melakukan kroscek rekam jejak notaris yang akan dipilih. 

"Itu salah satu cara selain cara lainnya seperti memilih notaris bank.  Notaris bank pada waktu akan masuk kedalam bank biasanya akan disurvei, dikroscek, rekening koran, harta dan aset semuanya dilihat. Orang yang menjadi notaris bank, pasti kredibilitas tidak perlu dipertanyakan lagi.  Jarang notaris bank itu adalah notaris gadungan karena apa? karena bank nya itu selalu melakukan survei yang ketat," katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu, tambah Otty, dengan kejadian ini  diharapkan jadi momen penting agar organisasi segera bertindak agar kejadian serupa tak terulang. Saat ini pun masyarakat atau klien mulai tidak percaya, karena ketika mereka datang menginginkan jasa Notaris yang ditanyakan lebih dulu adalah SK nya. "Organisasi harus melakukan kroscek dengan teliti kepada notaris yang akan mendaftar," tutur Otty.

"Organisasi juga diharapkan jangan langsung percaya saja kepada notaris yang membawa ijazah, bisa saja ijazah itu palsu atau hanya foto kopian saja. Untuk itu organisasi harus lebih berperan dalam pengawasan dan penyeleksian, jangan biarkan menjadi berlarut-larut demi kebaikan bersama.”katanya.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X